Pendiri WikiLeaks Julian Assange Menikah di Penjara

- Editor

Rabu, 23 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendiri WikiLeaks Julian Assange (kanan) dan tunangannya Stella Moris (kiri) menikah pada Rabu (23/03/2022) di penjara Belmarsh, London, Inggris. (Foto: Pelopor.id/Instagram)

Pendiri WikiLeaks Julian Assange (kanan) dan tunangannya Stella Moris (kiri) menikah pada Rabu (23/03/2022) di penjara Belmarsh, London, Inggris. (Foto: Pelopor.id/Instagram)

Jakarta | Pendiri WikiLeaks Julian Assange dan tunangannya Stella Moris menikah pada Rabu (23/03/2022) dengan keamanan tinggi di penjara Belmarsh di London, Inggris, tempat Assange ditahan selama kasus ekstradisinya.

Assange berjuang melawan upaya untuk mengeluarkannya dari Inggris untuk diadili di Amerika Serikat (AS) atas publikasi file rahasia yang berkaitan dengan perang di Irak dan Afghanistan.

Melansir AFP, Kelompok Don’t Extradite Assange (DEA) menyebutkan bahwa pernikahan dilakukan oleh seorang pendaftar, dengan dihadiri hanya empat tamu, dua saksi dan dua penjaga keamanan. Para tamu harus segera pergi setelah upacara pernikahan selesai.

Stella Moris, yang berusia akhir 30-an dan memiliki dua putra kecil dengan Assange (50), akan memotong kue pernikahan dan berpidato di luar penjara di depan pendukung mereka.

Assange telah menjadi tokoh utama bagi pegiat kebebasan media, yang menuduh Washington berusaha memberangus pelaporan masalah keamanan yang sah.

Jika dinyatakan bersalah melanggar Undang-Undang Spionase AS dengan menerbitkan file militer dan diplomatik, Assange bisa menghadapi sisa hidupnya di penjara.

Meski begitu, para kritikus menganggap Assange ceroboh dengan informasi rahasia yang mungkin membahayakan nyawa sumber.

Awalnya, Assange memenangkan putusan terhadap ekstradisinya, setelah pengacaranya berhasil berargumen bahwa dia akan berisiko bunuh diri jika dipindahkan ke AS.

Namun pemerintah AS mengajukan banding, dan meyakinkan hakim bahwa Assange tidak akan ditahan di sel isolasi di fasilitas penahanan federal dengan keamanan tinggi.

Assange telah menghabiskan sebagian besar dekade terakhir dalam tahanan atau bersembunyi di kedutaan Ekuador di London, mencoba menghindari ekstradisi lain setelah Swedia meminta pemindahannya untuk menjawab klaim serangan seksual. Kasus itu kemudian dibatalkan.

Setelah Mahkamah Agung memblokir permohonannya, Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel akan membuat keputusan akhir atas kasus tersebut, kecuali jika pengacara Assange mengajukan tantangan lain pada poin terpisah dalam kasus tersebut.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Daftar Perubahan dalam Perpanjangan PPKM Level 3 Sampai 21 Februari 2022

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Berita Terbaru