Manchester City Dihantui Sanksi Pemerintah Inggris, ini penyebabnya

- Editor

Selasa, 22 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manchester City. (Sumber:Pixabay/qianxie1201)

Manchester City. (Sumber:Pixabay/qianxie1201)

Jakarta – Manchester City terancam terkena sanksi pemerintah Inggris lantaran pemilik klub, Sheikh Mansour, melakukan pertemuan dengan Presiden Suriah, Bashar Al-Assad yang merupakan sekutu Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Manchester City merupakan tim dengan pendapatan terbesar dengan meraup pendapatan sebesar 644,9 juta euro (setara Rp10,1 triliun) pada musim 2020-2021. Manchester City menjadi tim keempat yang mampu menduduki posisi puncak di Deloitte Football Money League, setelah Barcelona, Real Madrid, dan Manchester United.

Di sisi lain, saat ini Eropa dan Amerika mengutuk invasi Rusia ke Ukraina. Pertemuan Sheikh Mansour dengan Bashar Al-Assad pun diindikasikan sebagai keberpihakan pada kubu Rusia dalam konflik di Eropa Timur.

Padahal, Inggris baru saja menjatuhkan sanksi ke Roman Abramovich pemilik klub Chelsea. Pemerintah Inggris mengambil alih aset klub tersebut supaya Roman Abramovich tidak memiliki pemasukan dari lini bisnis sepak bola yang terkait dengan The Blues. Kini, sanksi serupa tengah membayangi Manchester City.

Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris (FCDO), menegaskan, rezim Bashar merupakan salah satu tokoh kunci dari peperangan yang terjadi di Suriah. Inggris pun dengan tegas menentang hal tersebut.

“Ini adalah keyakinan kuat Inggris bahwa dengan tidak adanya perubahan perilaku oleh rezim Suriah memperkuat hubungan merusak prospek perdamaian abadi dan inklusif di Suriah,” sebut FCDO berdasarkan laporan Marca, Selasa (22/03/2022). []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Ukraina Kembali Berangkatkan Tiga Kapal Gandum

Berita Terkait

Indonesia Ukir Sejarah di Kejuaraan Cheerleading World Championships (CWC) XII
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
ELV8 Longevity & Life Performance Clinic Dukung Rekor Dunia 24 Jam Tinju Patrick Winata
Tinju, Musik, dan Donasi: Kolaborasi Luar Biasa di Project 24
Dari Jalanan ke Arena, Adrenaline Street Boxing 2025 Siap Digelar
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:20 WIB

Mahia, Maseja dan Chrisalia Jadi Sorotan di Main-Main Cipete Vol. 39

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:05 WIB

People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Berita Terbaru