Jakarta – Manchester City terancam terkena sanksi pemerintah Inggris lantaran pemilik klub, Sheikh Mansour, melakukan pertemuan dengan Presiden Suriah, Bashar Al-Assad yang merupakan sekutu Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Manchester City merupakan tim dengan pendapatan terbesar dengan meraup pendapatan sebesar 644,9 juta euro (setara Rp10,1 triliun) pada musim 2020-2021. Manchester City menjadi tim keempat yang mampu menduduki posisi puncak di Deloitte Football Money League, setelah Barcelona, Real Madrid, dan Manchester United.
Di sisi lain, saat ini Eropa dan Amerika mengutuk invasi Rusia ke Ukraina. Pertemuan Sheikh Mansour dengan Bashar Al-Assad pun diindikasikan sebagai keberpihakan pada kubu Rusia dalam konflik di Eropa Timur.
Padahal, Inggris baru saja menjatuhkan sanksi ke Roman Abramovich pemilik klub Chelsea. Pemerintah Inggris mengambil alih aset klub tersebut supaya Roman Abramovich tidak memiliki pemasukan dari lini bisnis sepak bola yang terkait dengan The Blues. Kini, sanksi serupa tengah membayangi Manchester City.
Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris (FCDO), menegaskan, rezim Bashar merupakan salah satu tokoh kunci dari peperangan yang terjadi di Suriah. Inggris pun dengan tegas menentang hal tersebut.
“Ini adalah keyakinan kuat Inggris bahwa dengan tidak adanya perubahan perilaku oleh rezim Suriah memperkuat hubungan merusak prospek perdamaian abadi dan inklusif di Suriah,” sebut FCDO berdasarkan laporan Marca, Selasa (22/03/2022). []












