Tanggapi Pidato Zelensky, Nestle: Kami Tidak Untung di Rusia

- Editor

Senin, 21 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu produk Nestle. (Foto: Pelopor.id/Instagram @nestle)

Salah satu produk Nestle. (Foto: Pelopor.id/Instagram @nestle)

Jakarta | Produsen makanan asal Swiss, Nestle menegaskan bahwa mereka tidak meraih keuntungan di Rusia. Juru bicara Nestle menyebutkan bahwa pihaknya sangat banyak mengurangi kegiatan bisnis di Rusia, setelah adanya invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

“Kami telah menangguhkan semua impor dan ekspor, kecuali untuk produk vital,” kata juru bicara Nestle kepada AFP.

Nestle mengumumkan penangguhan pengiriman produk tertentu ke Rusia, termasuk Nespresso, pada 11 Maret 2022. Namun, penangguhan itu tidak berlaku untuk kebutuhan tertentu, seperti makanan bayi dan sereal.

Pernyataan ini diungkapkan Nestle setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh perusahaan itu masih melakukan bisnis seperti biasa di Rusia.

Dalam pidato yang disiarkan langsung ke rapat umum di luar parlemen Swiss di Bern pada akhir pekan lalu, Zelensky mendesak perusahaan-perusahaan Swiss untuk berhenti melakukan bisnis di Rusia. Ia pun memilih Nestle dan slogan “makanan enak, kehidupan yang baik”.

“Bisnis bekerja di Rusia meskipun anak-anak kita sekarat dan kota-kota kita dihancurkan,” kata Zelensky.

Sebelumnya, CEO Nestle Mark Schneider juga telah mengungkapkan kekecewaannya terkait invasi Rusia ke Ukraina.

“Kami berkomitmen untuk membantu tim kami dan keluarga mereka menavigasi situasi ini, yang kami tahu telah membawa tantangan yang tak terbayangkan bagi keamanan dan kesejahteraan mereka, serta kesehatan mental dan emosional mereka,” tulis Schneider di akun resmi Instagram Nestle.

Nestle pun mencocokkan donasi karyawan ke Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah atau International Federation of Red Cross Societies (IFRC) hingga 1 juta Swiss Franc.

Sumbangan IFRC akan membantu menyediakan tempat berlindung, barang-barang bantuan dasar, dan pasokan medis kepada orang-orang yang membutuhkan di wilayah tersebut. Ini merupakan tambahan dari sumbangan makanan dan produk kami yang signifikan di lapangan, dan kami tidak akan berhenti di situ.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Kanada Bakal Pastikan Rusia Terjebak dalam Sanksi Hingga Bertahun-tahun

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:20 WIB

Mahia, Maseja dan Chrisalia Jadi Sorotan di Main-Main Cipete Vol. 39

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:05 WIB

People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Berita Terbaru