Pelopor.id | Pemerintah India menerima lima proposal dari perusahaan-perusahaan untuk memproduksi semikonduktor dan pabrik display. Salah satunya adalah perusahaan patungan Vedanta Foxconn, IGGS Ventura dan ISMC yang berencana mendirikan pabrik produksi chip elektronik, dengan investasi USD 13,6 miliar.
Nantinya, produksi chip ini akan digunakan untuk beragam produk, mulai dari perangkat 5G hingga mobil listrik. Mereka telah mencari dukungan insentif USD 5,6 miliar dari pemerintah pusat India.
Kemudian dua perusahaan lain, seperti Vedanta dan Elest, telah mengajukan proposal senilai USD 6,7 miliar untuk memproduksi pabrikan display. Mereka mencari insentif USD 2,7 miliar dari pemerintah.
Program insentif ini adalah salah satu upaya Perdana Menteri India Narendra Modi meningkatkan pangsa manufaktur dalam perekonomian dan membalikkan perlambatan akibat pandemi.
“Meskipun batas waktu yang agresif untuk pengajuan aplikasi (insetif) di segmen greenfield semikonduktor dan manufaktur layar, skema tersebut telah memperoleh respon yang baik,” kata Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi yang dilansir dari Bloomberg.
Pemerintah India mengumumkan program insentif ini di tengah kelangkaan pasokan chip di dunia. Bahkan, sejumlah pihak memprediksi kelangkaan chip masih akan berlanjut hingga awal tahun depan.
Sejumlah analis memperkirakan, pasar semikonduktor negara Asia Selatan bisa mencapai USD 63 miliar pada tahun 2026, tumbuh signifikan dibanding tahun 2020 yang hanya USD 15 miliar.[]












