Omicron Masih Merajalela, Norwegia Cabut Aturan Pembatasan

- Editor

Selasa, 15 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bryggen adalah distrik pelabuhan bersejarah di Bergen, Norwegia. Ilustrasi. (Foto: Pelopor.id/Unsplash)

Bryggen adalah distrik pelabuhan bersejarah di Bergen, Norwegia. Ilustrasi. (Foto: Pelopor.id/Unsplash)

Pelopor.id | Satu lagi negara di Eropa yang memutuskan mencabut aturan pembatasan Covid-19, seperti jaga jarak dan wajib memakai masker.

Kali ini, giliran Norwegia yang melakukan hal itu, namun di tengah lonjakan kasus Omicron di negaranya.

“Aturannya sudah lenyap. Kami mencabut rekomendasi jarak sosial,” Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr dalam konferensi pers, yang dikutip dari AFP.

Gahr juga mengatakan bahwa sekarang penduduk Norwegia bisa berkumpul lagi di kelab, di acara kebudayaan dan tempat perkumpulan lain. Bisa juga berangkat dan pulang kerja menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api dan kapal feri.

Dengan pengumuman ini, maka Norwegia mencabut semua aturan pembatasan Covid, termasuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH), jumlah maksimal orang dalam sebuah acara dan batasan penjualan alkohol di bar serta restoran.

Selain itu, aturan isolasi selama empat hari bagi yang terpapar Covid juga tidak wajib lagi, melainkan lebih bersifat rekomendasi.

Meski begitu, Gahr tetap menegaskan bahwa pandemi masih belum tuntas dan menyarankan agar kelompok rentan, seperti lansia dan yang belum divaksin, untuk tetap memakai masker jika keluar rumah.

Menanggapi pengumuman itu, Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia atau The Norwegian Institute of Public Health, Folkehelseinstituttet (FHI) menegaskan bahwa Norwegia belum mencapai puncak kasus Omicron.

FHI memperkirakan, pada musim panas tahun ini, bisa ada sekitar tiga atau empat juta orang yang terinfeksi virus corona.

Hingga saat ini, total kasus Covid-19 di Norwegia telah mencapai angka 1 juta, dengan jumlah kematian mencapai 1.513 jiwa.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Australia Mau Terima Seluruh WNA, Asalkan Sudah Vaksin Covid

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:55 WIB

Angkat Tema Kehilangan, Dewi Hani Jayanti Rilis Single Karena Kucinta Dia

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:38 WIB

Grup Band Paman Rilis Pelita, Lagu Penuh Harapan dan Refleksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:59 WIB

Vitalia dan Agnes Arabella Bawa Nuansa Emosional di Program Musik Main-Main di Cipete Vol. 37

Minggu, 30 November 2025 - 18:48 WIB

Alf Tatale Gandeng Natasha Ryder untuk Video Musik Single Sesaat

Minggu, 30 November 2025 - 17:53 WIB

Siements hingga Party at Eden Guncang Tease Club Lewat Distorsi Gegap Gempita

Jumat, 28 November 2025 - 01:46 WIB

Annisa Dalimunthe dan Posan Tobing Hadirkan Lagu Anak Berjudul Anugerah Terindah

Jumat, 28 November 2025 - 01:10 WIB

Lemon Vanilla Ice & Your Raincoat Jadi Modal Awal Batavian Roulette

Kamis, 27 November 2025 - 00:09 WIB

Black Horses dan KILMS Siap Panaskan Distorsi Gegap Gempita 2025

Berita Terbaru