Pelopor.id | Electronic Arts (EA) mendapatkan petisi di change.org yang berisi permintaan pengembalian dana (refund) untuk game Battlefield 2042 yang sudah dibeli.
Pembuat petisi menyebutkan bahwa Battlefield 2042 telah merugikan para pembeli, lantaran gamenya dinilai mengecewakan dan tak juga diperbaiki oleh EA, seperti dilansir dari Techspot.
Pembuat petisi juga mengatakan bahwa EA dan DICE yang merupakan publisher dan developer Battlefield 2042, tidak mewujudkan janji-janji mereka setelah game itu dirilis, dan membuatnya tidak bisa dimainkan.
Sebenarnya petisi telah dibuat sejak sekitar sebulan lalu, namun jumlah penandatangannya baru bertambah signifikan dalam beberapa hari terakhir hingga mencapai 85 ribu.
EA sendiri sebelumnya disebut akan menggratiskan Battlefield 2042 akibat permasalahan ini. Pasalnya, jumlah penjualan dan jumlah pemain terus merosot setelah game itu dirilis selama dua bulan.
Perubahan drastis pada model bisnis pada sebuah game bukan sesuatu yang baru. PUBG: Battlegrounds misalnya yang berubah menjadi free to play, namun mereka tetap memberi kompensasi pada pemain yang sudah terlanjur membeli gamenya.
Melihat contoh itu, jika EA benar-benar mengubah Battlefield 2042 menjadi free to play, mereka seharusnya juga memberikan kompensasi serupa.
Diberitakan sebelumnya, pembeli Battlefield 2042 memang layak kecewa, lantaran game tersebut selalu bermasalah dan fiturnya juga tak lengkap sejak pertama kali dirilis. Bahkan, posisinya langsung melesat di daftar Steam Hall of Shame dan tercatat sebagai game terburuk ke-12 di platform tersebut.[]












