Pelopor.id | Layanan streaming video telah memberikan dampak yang sangat positif bagi Walt Disney Co.
Pada kuartal yang berakhir 1 Januari 2022, jumlah pelanggan Disney+ tercatat bertambah sekitar 11,8 juta, menjadi total 129,8 juta pelanggan. Angka ini bahkan melampaui perkiraan Factset yang sebesar 129,2 juta.
Tak hanya jumlah pelanggan, Disney juga membukukan kenaikan pendapatan keseluruhan hingga 34% menjadi USD 21,82 miliar pada kuartal tersebut. Mengutip Reuters, capaian itu lebih besar dari proyeksi analis yang sebesar USD 20,91 miliar.
Chief Executive Officer (CEO) Disney Bob Chapek optimistis, pada tahun 2024, layanan streamingnya bisa meraih 230-260 juta pelanggan.
Disney sendiri telah menghabiskan miliaran dolar untuk menciptakan program baru guna merebut pangsa pasar streaming video yang didominasi Netflix Inc. Bahkan, pada November lalu, perusahaan tersebut telah mengumumkan akan menawarkan bundel dari tiga layanan streaming seharga USD 13,99 per bulan, yang terdiri dari Disney+, Hulu dan ESPN+.
Sementara itu, bisnis taman dan resor Disney di Amerika Serikat (AS) menghasilkan pendapatan di atas tingkat pra-pandemi. Meski begitu, perusahaan memprediksi taman internasional masih akan terkena dampak Corona selama beberapa waktu ke depan.
Disney mencatat, pendapatan di segmen taman hiburan dan produk meningkat lebih dari dua kali lipat, menjadi USD 7,23 miliar pada kuartal pertama tahun ini.
Adanya pelonggaran pembatasan dari pemerintah AS telah mendorong jumlah kunjungan di taman hiburan domestik, seiring mulai surutnya kekhawatiran akibat Omicron. []












