Pelopor.id | Perusahaan otomotif Jepang, Toyota Motor Corp. terpaksa mengurangi target produksi sebanyak 500.000 unit, menjadi 8,5 juta unit hingga tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2023. Langkah ini ditempuh akibat kelangkaan chip secara global dan juga adanya cuti Covid-19.
Revisi target ini juga terjadi menyusul penurunan laba operasi hingga 21% selama periode tiga bulan hingga 31 Desember lalu.
“Kami pikir ketidakpastian akan berlanjut ke tahun bisnis berikutnya,” kata manajemen Toyota, seperti dikutip dari Reuters.
Meski demikian, Toyota cukup terbantu oleh pelemahan mata uang yang memperkuat nilai yen dari pendapatan luar negeri.
Merujuk data Refinitiv, Toyota tertahan pada perkiraan laba setahun penuh sebesar 2,8 triliun yen. Angka itu lebih rendah dari prediksi rata-rata analis yang sebesar 3,04 triliun yen.
Di sisi lain, laba operasi Toyota pada kuartal ketiga lalu ternyata mampu mencapai 784,4 miliar yen, lebih tinggi dari perkiraan sejumlah analis yang sebesar 716,8 miliar yen.
Toyota juga terbantu oleh kuatnya permintaan di pasar utama, seperti Tiongkok, Amerika Serikat dan Eropa. Dengan ini, Toyota bisa menaikkan harga jualnya dan menurunkan insentif yang dibayarkan untuk memikat pelanggan. []












