Pelopor.id | Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) berkomitmen mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional makin nyata, dengan pelaksanaan sejumlah kegiatan yang menjadi tonggak penting proyek RDMP Balikpapan & Lawe-Lawe.
Setelah sukses memasang dua regenerator pada Unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) awal tahun ini, Proyek RDMP Balikpapan pun berhasil melakukan pengangkatan dan pemasangan alat Disenganger/Stripper.
Disenganger/Stripper merupakan bagian dari unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang berfungsi menghasilkan produk bernilai tinggi atau BBM dengan kualitas lebih baik dan ramah lingkungan.
Melansir situs resmi Pertamina, pengadaan dan pembuatan peralatan ini membutuhkan waktu sekitar dua tahun di Korea Selatan sampai tiba di Balikpapan. Alat ini memiliki berat lebih dari 900 ton, dengan tinggi 36,7 meter dan diameter 11,1 meter.
Pemasangan peralatan ini berkontribusi positif terhadap perkembangan proyek. Hingga akhir bulan lalu, proyek RDMP Balikpapan & Lawe-Lawe telah mencapai progress sekitar 48%.
Aspek keselamatan pekerja dan peralatan merupakan pertimbangan paling utama sebelum peralatan ini dipasang, seperti memastikan pekerja dalam kondisi fit dan sudah dilakukan inspeksi alat angkat.
“Walaupun kita sedang fokus untuk percepatan progress proyek, namun safety tetap menjadi aspek utama dalam seluruh kegiatan operasional PT KPB,” kata Direktur Utama PT KPB Feri Yani. []












