Pelopor.id – Polri melakukan rangkaian kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai investasi kepada masyarakat melalui dialog Podcast Polri TV yang rencananya akan dilakukan di 100 pusat perbelanjaan atau mall di Indonesia. Edukasi ini agar masyarakat tidak terjebak investasi bodong dan pinjol illegal.
Kabaharkam Polri, Komjen. Pol. Arief Sulistyanto, menjadi pembicara dalam acara bertema “Waspada Penipuan Bermodus Investasi” yang sekaligus membuka rangkaian kegiatan. Hadir pula narasumber lainnya, yakni Wakil Ketua Umum Koordinator Organisasi Hukum dan Komunikasi Kadin Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi.
Dalam dialognya, Arief mengakui perlu adanya antisipasi atau pencegahan dini terhadap investasi bodong. Sebab, aparat kepolisian baru mengetahui ataupun korban baru melapor ketika jumlah korbannya sudah sangat banyak.
“Nah inilah yang harus kita antisipasi sejak awal. Karena kasus-kasus investasi (bodong) ini bukan hanya saat ini terjadi,” tuturnya, Jumat (4/2/2022).
Arief menceritakan, saat menjabat sebagai Kasubdit Perbankan Ditipideksus Bareskrim Polri tahun 2007, dirinya sudah menangani sejumlah kasus investasi bodong yang banyak memakan korban. Menurut mantan Kabareskrim Polri ini, modus yang dipakai sama hanya caranya saja yang berbeda.
Oleh sebab itu, Arief mengingatkan agar masyarakat yang ingin berinvestasi agar melihat terlebih dulu latar belakang perusahaan investasi tersebut. Sebab biasanya, untuk mengiming-imingi korban, perusahaan investasi bodong itu menawarkan profit atau keuntungan yang tinggi.
“Yang kedua menggunakan modus MLM, skema ponzi yang semuanya sebenarnya permainan uang, bahwa itu sebenarnya uang-uang dari investor saja yang diputar dan ketika sudah cukup banyak dibawa kabur,” ungkap Jenderal Bintang Tiga itu.
Arief menegaskan, upaya mengedukasi masyarakat akan bahaya investasi bodong tidak hanya cukup pada sosialisasi. Melainkan dibutuhkan satu posko yang dapat memberikan informasi secara jelas kepada masyarakat terhadap perusahaan yang menawarkan investasi. Dengan demikian, tidak lagi terjadi kobannya sudah banyak, aparat baru mengetahui maupun korban baru melaporkannya.
“Makanya setelah kita sosialisasi di 100 mall, kemudian kita akan membuka satu posko informasi untuk melayani masyarakat bertanya. Tentu tidak hanya dari Barhakam, kami menggandeng Kadin, OJK, BKPM, Bappebti. Sehingga kita akan memberikan kepada masyarakat jangan, ini (perusahaan investasi) bohong,” tandas Mantan Kalemdiklat Polri itu.
“Yang saya tekankan disini, upaya melindungi masyarakat dari investasi ilegal ini harus dilakukan secara bersama-sama, kolaborasi,” sambungnya
Jenderal bintang tiga ini, juga meminta untuk Satgas Waspada Investasi agar lebih responsif, terutama ketika mendapat laporan dari korban, melainkan cepat ketika ada promosi yang terkait investasi dari vendor-vendor yang baru.
“Harus sudah dilakukan penelitian, dan hasilnya disampaikan kepada masyarakat sehingga tidak menjadi korban,” sebut Arief.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator Organisasi Hukum dan Komunikasi Kadin Indonesia Yukki Nugrahawan menyampaikan, pihaknya sudah memberikan perhatian terhadap investasi bodong yang belakangan melibatkan influencer.
“Jika memang influencer kedapatan sebagai afiliator investasi bodong tersebut, Kadin meminta agar ditindak tegas. Masyarakat kita harus terus diedukasi,” tandas Yukki Nugrahawan. []












