Pengaduan Konsumen Naik 134% pada 2021

0
Andi Muhammad Rusdi
Wakil Ketua Komisi Advokasi BPKN Andi Muhammad Rusdi. (Foto:Pelopor.id/BPKN)

Pelopor.id – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mencatat, pengaduan konsumen hingga 16 Desember 2021, naik 134% menjadi 3.211 dibanding tahun lalu yang mencapai 1.372. Dari jumlah itu, pengaduan tertinggi terdapat pada sektor jasa keuangan sebanyak 2.152 aduan.

Wakil Ketua Komisi Advokasi BPKN Andi Muhammad Rusdi menjelaskan, pengaduan di sektor keuangan pada tahun 2020 hanya 226.

“Pesatnya jumlah pengaduan di sektor itu tahun ini diperkirakan karena pengaruh pandemi Covid-19,” tuturnya dalam kegiatan Catatan Akhir Tahun 2021 bertema “BPKN RI Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2022 Akan Tumbuh Positif”, Senin (20/12/2021).

Menurut Andi Muhammad Rusdi, Peningkatan pengaduan konsumen juga terjadi di sektor e-commerce. Pada 2021, pengaduan sektor ini mencapai 491 dari 315 di tahun sebelumnya.

Sementara di sektor barang elektronika, telematika, dan kendaraan bermotor terdapat 32 pengaduan pada 2020, sedangkan pada 2021 naik menjadi 43. Lalu di sektor listrik dan gas rumah tangga, terdapat kenaikan dari 20 pengaduan pada 2020 menjadi 24 pada 2021.

Adapun di sektor obat dan makanan, pengaduan konsumen naik menjadi 11 dibandingkan pada 2020 sebesar enam pengaduan. Selanjutnya, di sektor layanan kesehatan terdapat 10 pengaduan, naik dari 2020 sebanyak sembilan pengaduan.

Baca juga : Menko Luhut: Cegah Penyebaran Omicron Karantina Jadi 14 Hari

Meski demikian, Andi Muhammad Rusdi menegaskan, tidak semua sektor mengalami peningkatan pengaduan konsumen. Pengaduan konsumen sektor perumahan turun dari 524 pada 2020 menjadi 247. Lalu, di sektor jasa telekomunikasi, pengaduan konsymen turun dari 78 menjadi 71, sedangkan di jasa transportasi turun dari 36 menjadi 30.

“Adapun pengaduan sektor lainnya mencapai 132 tahun ini, dibandingkan 2020 sebanyak 126,” ungkapnya.

Total risiko kerugian konsumen dari seluruh pengaduan yang diterima mencapai Rp 2,45 triliun pada 2021, jauh dari 2020 sebesar Rp 493,92 miliar. []