Pelopor.id – Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng Universitas Indonesia untuk menjadi jembatan bagi UMKM dalam berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi.
“Tujuannya, agar UMKM di Tanah Air semakin cepat naik kelas dan mendunia,” tutur Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Orasi Ilmiah pada acara Dies Natalis UI Ke-72, secara daring, Rabu (2/2/2022).
Teten berharap, UI dengan visi Entrepreneurial University, terus memperkuat hubungan antara pendidikan, penelitian, dengan inovasi dan kewirausahaan.
Visi UI, juga sejalan dengan semangat dan prioritas KemenKop UKM di 2022. Yakni, meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia sehingga menciptakan pekerjaan (kelas menengah) baru.
“Juga, menambah jumlah usaha kecil dan menengah agar struktur ekonomi menjadi lebih kokoh dan rasio kewirausahaan mencapai 3,95% di 2024,” ungkap MenKopUKM.
Teten menjelaskan, penggerak ekonomi dunia dan Indonesia ke depan, terletak pada perempuan, anak muda, dan ekonomi hijau.
“Ini pula yang menjadi prioritas kami mendukung pemulihan transformatif tahun ini,” sebutnya.
Menurut Teten, sekitar 70% program Kementerian Koperasi dan UKM akan menyasar langsung kepada pelaku UMKM, koperasi, perempuan, anak muda, dan fokus untuk mendukung pengembangan usaha ramah lingkungan. Termasuk, mendorong pembiayaan UMKM dan koperasi bergeser dari sektor perdagangan ke sektor riil.
“Kita juga akan meningkatkan jumlah UMKM masuk ke ekosistem digital sebesar 20 juta UMKM ditargetkan go digital,” tegas MenKopUKM.
Sebab, bisnis e-commerce akan terus berkembang kedepannya dan pekerjaan jarak jauh menjadi populer. Kemudian pembayaran tanpa uang tunai akan menjadi standar untuk bisnis.
Pemasaran lewat sosial media dan video akan terus tumbuh dan menjadi kunci. Acara-acara juga dilakukan secara Hibrid, dan tentunya didukung pula oleh perkembangan kecerdasan buatan.
Adapun komitmen tinggi pemerintah untuk meningkatkan kewirausahaan nasional telah dituangkan ke dalam Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional 2021-2024.
“Perpres ini memiliki semangat untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan, pedoman tunggal, dan penguatan sinergi antar K/L, Pemda, dan pemangku kepentingan lainnya,” tandas MenKopUKM.
Pihaknya pun lanjut Teten, terus mendukung penciptaan iklim kewirausahaan yang sehat. Misalnya, di Bandung, ada Grammars, ada The Hallway, dan Hear Me (juara pertama dan SDG’s category). Di Jakarta, ada M Bloc Space.
“Sekarang banyak anak muda berlomba-lomba membangun sentra UMKM keren, berbasis keunggulan lokal di kabupaten dan kotanya masing-masing,” pungkas Teten. []












