Pelopor.id | Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meminta Taliban segera membebaskan pria yang diyakini sebagai sandera Amerika terakhir di Afghanistan. Biden menyampaikan seruan ini menjelang peringatan dua tahun penculikan Mark Frerichs, veteran Angkatan Laut AS yang menghabiskan satu dekade di Afghanistan sebagai insinyur sipil.
“Taliban harus segera membebaskan Mark sebelum bisa mengharapkan pertimbangan bagi aspirasinya untuk legitimasi. Ini tidak bisa dinegosiasikan,” ucap Biden dalam pernyataannya, seperti dikutip dari AFP.
Biden juga mengatakan bahwa penyanderaan dan juga tindakan mengancam keselamatan warga AS atau setiap warga sipil yang tidak bersalah adalah tindakan kejam dan pengecut.
Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki menyatakan bahwa Departemen Luar Negeri AS dan para pejabat AS tengah terlibat dalam upaya mendorong pembebasan Frerichs.
“Mereka terus menekan Taliban untuk pembebasannya, terus membahas statusnya dalam keterlibatan level senior,” ujar Psaki.
Berdasarkan sejumlah laporan, para perunding Taliban pernah mengusulkan pertukaran tahanan yaitu Frerichs dengan Bashir Noorzai, panglima perang suku Afghanistan dan sekutu Taliban yang dipenjara seumur hidup di AS akibat menyelundupkan heroin. Namun AS tidak tertarik dengan tawaran itu.
Sebelumnya, AS telah menarik seluruh tentaranya dari Afghanistan pada Agustus 2021, yang mengakhiri perang selama dua dekade.
Namun hal itu bukan berarti AS mengakui kepemimpinan Taliban. Otoritas AS berulang kali mengatakan kepada Taliban bahwa mereka harus memperoleh legitimasi, sebelum bisa diakui oleh komunitas internasional. []
Baca juga: Presiden AS Joe Biden Cabut Larangan Perjalanan dari Afsel












