Pelopor.id | Perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS), Apple Inc, memperluas aplikasi augmented reality (AR) untuk membesarkan bisnis metaverse. Langkah inipun mendorong respon investor yang kuat terhadap saham Apple. Apalagi, perusahaan tersebut juga telah memiliki 14.000 aplikasi AR di App Store.
“Kami melihat banyak potensi di lingkup ini dan akan berinvestasi sesuai dengan potensinya,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook, seperti dilansir dari Reuters.
Perangkat AR dapat membuka banyak peluang untuk menumbuhkan langganan. Penawaran yang ada untuk latihan kebugaran dan konten video dapat menjadi lebih menarik melalui pengalaman AR yang imersif.
Seiring dengan pertumbuhan layanan dan pelanggan, margin laba kotor Apple pun berhasil melonjak lebih dari 40%.
Analis Counterpoint Research Neil Shah mengatakan bahwa layanan terkait Metaverse, seperti aplikasi AR, dapat membalikkan campuran pendapatan Apple.
“Ada keuntungan signifikan untuk bisnis layanan Apple yang berpotensi melintasi iPhone dalam lima tahun ke depan,” ujar Shah.
Pendapatan layanan Apple melonjak 24% menjadi USD 19,5 miliar pada kuartal terakhir tahun lalu. Pencapaian ini melampaui perkiraan analis sebesar USD 18,6 miliar.
Analis Apple Ming-Chi Kuo dan Bloomberg sempat melaporkan bahwa Apple berencana memperkenalkan headset AR pada tahun ini atau tahun depan, yang kemudian diaplikasikan ke produk kacamata. Namun, Apple sendiri belum mengungkapkan secara terbuka tentang rencana ini. []












