Pelopor.id | Meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia memicu kekhawatiran semua pihak. Salah satunya adalah Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani yang mengkhawatirkan kesehatan peserta didik yang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.
Ia pun meminta pemerintah segera mengevaluasi kebijakan PTM 100 persen.
“Kita memang khawatir terjadi ‘learning loss’ yang disebabkan terlalu lamanya masa PJJ. Akan tetapi, risiko ini harus dihadapi karena kesehatan peserta didik jauh lebih penting dari apapun juga,” ucap Netty dalam keterangan pers, seperti dikutip dari Parlementaria.
Apalagi, orang tua atau wali tidak diberikan pilihan untuk menentukan apakah anak mengikuti PTM 100 persen atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“Hal ini tentu sangat disayangkan di tengah meningkatnya kasus Omicron di Indonesia. Apakah pemerintah mau bertanggung jawab jika peserta didik terserang Omicron?” katanya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut juga mengatakan bahwa di Singapura saat ini yang sedang dihantam Omicron, pasien usia anak-anak yang mendominasi rumah sakit.
“Anak-anak di bawah 12 tahun yang terinfeksi Covid-19 varian Omicron jauh lebih tinggi dari pada usia 16 tahun ke atas. Jangan sampai kejadian ini juga kita alami,” ujarnya.
Terkait hal itu, Netty meminta agar pemerintah mau mendengar dan menerima saran dari para ahli kesehatan yang sudah meminta agar kebijakan PTM dievaluasi.
“Pemerintah harus mendengarkan, kekhawatiran orang tua harus dipertimbangkan. Apalagi di banyak sekolah, anak-anak masih banyak yang penerapan prokesnya longgar,” pungkasnya.[]












