Pelopor.id – Maskapai penerbangan asal Hongkong, Cathay Pasific melaporkan, sepanjang tahun 2021 perusahaannya merugi sebesar HK$ 6,1 miliar atau setara Rp11,2 triliun, akibat pembatasan perjalanan ditengah pandemi covid-19.
Cathay juga memperkirakan akan membukukan kerugian tahunan sebesar HK$ 5,6 – HK$ 6,1 miliar sepanjang 2021, jauh di bawah perkiraan 12 analis yang disurvei Refinitiv.
Adapun saat ini Cathay memperketat kebijakan karantina terhadap para awak kabinnya menyusul pelanggaran yang dilakukan oleh dua awaknya saat menjalani karantina mandiri di rumah yang memicu terjadinya klaster pertama Omicron di Hong Kong.
Guna mendongkrak kembali kinerjanya pada tahun 2022, Cathay Pasific akan mengucurkan investasi berkisar HK$ 1 hingga HK$ 1,5 miliar perbulan, mulai bulan depan.
Pasalnya, sektor usaha kargo milik perusahaan masih membukukan hasil positif, di tengah tren turunnya angkutan penumpang.
Rencananya, Cathay Pasific akan membuka kembali beberapa rute penerbangan internasionalnya, yang sempat di tutup selama pandemi, sekaligus memperluas cakupan layanan kargonya ke mancanegara. []












