Pelopor.id | Sejumlah produsen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) makin fokus untuk mengembangkan ekosistemnya, seiring dengan meningkatnya daya tarik terhadap EV. Terbaru, ada LG Energy Solution Ltd (LGES) yang berkolaborasi dengan General Motors (GM).
Mereka berkomitmen akan kembali mendirikan pabrik baterai EV di Amerika Serikat (AS), dengan anggaran investasi senilai USD 2,1 miliar. Jika terealisasi, pabrik baterai ini akan menjadi pabrik gabungan ketiga mereka di AS.
Rencananya, pendanaan itu akan dilakukan melalui perusahaan patungan baterai mereka di AS, Ultium Cells.
Untuk diketahui, LGES menguasai lebih dari 20% pasar baterai kendaraan listrik global. Perusahaan tersebut menjadi pemasok bagi sejumlah produsen mobil, seperti Tesla Inc, Volkswagen AG dan Hyundai Motor Co.
Selain LGES dan GM, ada juga produsen mobil asal Vietnam, VinFast, yang berencana membangun pabrik baterai kendaraan listrik di kompleks manufaktur AS. Mereka akan mulai memproduksi kendaraan listrik di Negeri Paman Sam mulai semester kedua tahun 2024.
“Kami akan membangun gigafactory kami di AS juga. Perusahaan juga akan terus memasok baterai dari pemasoknya,” kata Vice Chair Vingroup dan CEO VinFast Global Le Thi Thu Thuy, seperti dikutip dari Reuters.
Pada Desember lalu, Vingroup juga menyatakan sudah mulai membangun pabrik sel baterai di Vietnam, sehingga memungkinkan Vinfast memiliki rantai pasokan baterainya sendiri. Awalnya, perusahaan ini ingin memproduksi 100.000 paket baterai per tahun, dengan investasi USD 174 juta, dan kemudian menambah kapasitasnya menjadi 1 juta. []
Baca juga: Volkswagen Ingin Gandakan Penjualan Mobil Listrik di Tiongkok Pada 2022












