Pelopor.id | Aliansi perusahaan otomotif, Renault SA, Nissan Motor Co dan Mitsubishi Motors Corp, berencana meningkatkan investasi mereka di sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Rencana ini muncul seiring dengan tingginya tekanan dari kompetitor baru dan permintaan terhadap EV.
Terkait hal itu, aliansi tersebut berencana mengalokasikan lebih dari € 20 miliar, atau setara USD 23 miliar, selama lima tahun ke depan untuk pengembangan EV, seperti dilansir dari Reuters. Nilai tersebut merupakan tambahan dari € 10 miliar yang telah digelontorkan aliansi tersebut untuk elektrifikasi.
Dalam rencana ini, aliansi tersebut akan sama-sama berinvestasi untuk meningkatkan kapasitas produksi di Perancis, Inggris, Tiongkok dan Jepang, dengan total kapasitas baterai 220 GWh pada 2030. Mereka juga menargetkan mampu menghasilkan lebih dari 30 EV baterai baru yang didukung lima platform umum.
Sebelumnya, Nissan pada November lalu berencana menghabiskan sekitar USD 18 miliar selama lima tahun, untuk mempercepat elektrifikasi kendaraan. Setengah dari campuran kendaraan Nissan akan dialiri listrik pada tahun 2030, termasuk EV dan hibrida e-Power.
Sedangkan Renault telah mengatakan mereknya akan menjadi 100 persen kendaraan listrik di Eropa pada 2030. Namun target itu tidak berlaku untuk luar Eropa dan merek-merek grup lainnya, seperti Dacia. []
- Baca juga: Nissan Siapkan Dana US$ 17,5 Miliar untuk Percepat Produksi Mobil Listrik
- Baca juga: General Motors Gelontorkan USD 6,5 Miliar untuk Kendaraan Listrik












