Pelopor.id | Bank of America Corp mencetak laba senilai USD 6,77 miliar atau 82 sen per saham, untuk kuartal yang berakhir 31 Desember 2021. Angka itu tumbuh 30% dan juga melampaui perkiraan analis, yang hanya memprediksi laba per saham sebesar 77 sen.
Capaian ini antara lain didorong oleh pertumbuhan kredit serta volume merger dan akuisisi (M&A) yang memecahkan rekor dalam bisnis perbankan investasi Bank of America, seperti dikutip dari Reuters.
Selama periode tersebut, Bank of America juga mencatatkan kenaikan pinjaman di setiap kategori kecuali ekuitas rumah. Pinjaman rata-rata dan sewa, tidak termasuk Program Perlindungan Gaji pemerintah, tumbuh 3,4% dibanding kuartal sebelumnya dan naik 3,2% dari periode sama tahun 2020 atau secara year-on-year (yoy).
“Kami mencatat kredit ini, baik konsumen maupun komersial, memiliki kapasitas yang kuat untuk terus meminjam” ujar Kepala Eksekutif Bank of America Brian Moynihan.
Tak hanya itu, pada kuartal terakhir, Bank of America juga mengeluarkan 1 juta kartu kredit baru.
Perbankan tersebut melaporkan, pendapatan bunga bersih (NII) bertumbuh hampir 11% menjadi USD 11,41 miliar, yang terutama didorong kenaikan signifikan dalam pinjaman dan deposito.
Chief Financial Officer (CFO) Bank of America Alastair Borthwick memprediksi, NII akan meningkat pada kuartal pertama tahun ini dari kuartal keempat tahun lalu, dan terus tumbuh setiap kuartal berikutnya pada 2022. []
Baca juga: Samsung Diramalkan Cetak Rekor Laba Seiring Tingginya Permintaan Chip












