Pelopor.id – Nigeria mencabut larangan Twitter setelah platform media sosial itu berjanji membuka kantor lokal, diantara perjanjian lain yang dibuat dengan pihak berwenang di negara Afrika Barat itu. Sebelumnya, Pemerintah Nigeria menangguhkan Twitter pada 4 Juni 2021 lalu setelah menghapus postingan dari Presiden Muhammadu Buhari yang mengancam akan menghukum para separatis regional.
Perusahaan telekomunikasi kemudian memblokir akses pengguna Twitter di seluruh Nigeria. Sampai akhirnya Twitter luluh dan menyatakan akan bekerja dengan pemerintah federal dan industri yang lebih luas untuk mengembangkan Kode Etik sejalan dengan praktik terbaik global.

Langkah pemerintah Nigeria, memicu kecaman internasional atas kebebasan berbicara. Badan pengembangan teknologi informasi setempat mengatakan, keputusan Twitter untuk mendaftarkan diri di negara tersebut menunjukkan komitmen perusahaan teknologi itu pada Nigeria. Twitter sendiri, belum mengomentari keputusan Nigeria untuk mencabut larangan tersebut.
Nigeria, memerintahkan penyedia internet untuk memblokir Twitter kala itu dengan tuduhan platform tersebut digunakan untuk merusak “keberadaan perusahaan Nigeria” melalui penyebaran berita palsu yang berpotensi memiliki “konsekuensi kekerasan”.
- Baca juga : Twitter Akui Kelemahan Kebijakan Penghapusan Konten
- Baca juga : CEO Twitter Jack Dorsey Mengundurkan Diri, ini Penyebabnya
Hal ini, terjadi setelah Twitter menghapus unggahan Presiden Buhari yang merujuk pada Perang Saudara Nigeria 1967-1970 dan untuk memperlakukan “mereka yang berperilaku buruk hari ini” dalam “bahasa yang akan mereka pahami”.
Di kalangan masyarakat Nigeria, Twitter cukup populer. Platform tersebut telah digunakan sebagai alat mobilisasi. Aktivis pun, menggunakannya untuk menggalang dukungan selama protes terhadap kebrutalan polisi di bawah tagar #EndSars yang mendapat perhatian global. []












