Menkes: Omicron di Indonesia ada 152 Kasus

0
Menkes
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kasus Omicron Indonesia hingga Senin (3/1/2022) mencapai 152 orang. Dari jumlah tersebut enam di antaranya merupakan penularan atau transmisi lokal. Selebihnya dari para pelaku perjalanan internasional. Jumlah 152 kasus Omicron ini, meningkat 14 kasus dari laporan sebelumnya.

“Dari 152 kasus Covid-19 varian Omicron kita tahu 6 sudah merupakan transmisi lokal, ada yang datang sebagian besar di Jakarta tapi ada juga yang datang dari Medan dan juga dari Bali dan Surabaya,” tutur Budi dalam konferensi pers update PPKM secara daring, Senin (3/1/2021).

Sebagian besar pasien Covid-19 dari varian Omicron di Indonesia tidak memiliki gejala dan mengalami gejala ringan. Artinya tidak membutuhkan oksigen, saturasinya masih di atas 95 persen. Selain itu, 23 persen atau 34 orang sudah sembuh dan sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Kita melihat bahwa sampai sekarang tidak ada yang membutuhkan perawatan yang serius di RS, cukup dikasih obat dan vitamin, mereka sudah bisa kembali ke rumah,” ungkap Budi.

Menkes menegaskan, kasus Covid-19 dari varian Omicron bisa menembus seseorang yang sudah divaksinasi. Walaupun begitu, vaksin Covid-19 mampu memberikan perlindungan sehingga angka keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan tidak mengalami peningkatan.

Pada kesempatan yang sama, Budi juga mengatakan, kasus varian baru Covid-19 Omicron di dunia meluas hingga ke 132 negara dalam kurun sepekan terakhir. Jumlah kasus Omicron di dunia terkonfirmasi sebanyak 408.000, naik dari minggu lalu 184.000 di seluruh dunia.

“Negara yang sudah terdeteksi ada omicron naik dari 115 negara minggu lalu menjadi 132 negara. Paling banyak sekarang ada di daerah Eropa, Inggris dan Amerika, itu semuanya di atas 20.000 kasus, Afrika Selatan sendiri sudah turun ke angka 1800-an,” tandas Menkes.

Untuk jumlah kasus tertinggi di wilayah Asia Tenggara, ada di Singapura dengan 1.600 kasus, Thailand 1.500 kasus, dan Indonesia ada di posisi 40 (ranking dunia) jumlahnya per hari ini 152. Kasus itu, semua berasal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri. []