Pelopor.id | Perusahaan otomotif Jepang, Toyota Motor, memutuskan menambah jumlah pabriknya yang berhenti berproduksi di Jepang. Hal itu terpaksa dilakukan akibat adanya kekurangan pasokan komponen dari pabrik suku cadang di Asia Tenggara.
Dalam siaran persnya seperti dikutip dari Reuters, pihak Toyota menyebutkan, penghentian produksi yang terbaru ini akan memangkas produksi mobil sebanyak 9.000 unit, mempengaruhi produksi model Lexus dan Land Cruiser four wheel drive.
Baca juga: Toyota Bangun Pabrik Baterai Baru di North Carolina AS
Penghentian produksi ini memang dilakukan oleh Toyota secara terbatas, namun keputusan ini diambil ketika perusahaan tersebut tengah mencoba menebus kehilangan produksi akibat gangguan rantai pasokan sebelumnya di Malaysia dan Vietnam.
Seperti diketahui, Toyota selama ini dikenal sebagai salah satu produsen mobil terbesar dunia berdasarkan volume produksi kendaraan.
Baca juga: Honda dan Toyota Hadapi Gugatan Pelanggaran Paten
Meski demikian, Toyota tetap berpegang teguh pada target produksi tahunan yang ditetapkan pada September lalu, untuk menghasilkan 9 juta kendaraan pada akhir Maret nanti.
“Kami ingin mempertahankan 9 juta unit, tetapi kami akan terus memantau situasinya,” kata juru bicara Toyota. []
Baca juga: Toyota Berkomitmen Produksi Lokal Kendaraan Elektrifikasi Mulai 2022












