Nike Amerika Berencana Fokus Jualan Online

- Editor

Jumat, 10 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi salah satu produk sepatu Nike. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi salah satu produk sepatu Nike. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Produsen sepatu olahraga, Nike, berencana fokus pada penjualan online dan tidak lagi memasarkan produknya ke toko-toko di Amerika Serikat. Beberapa waktu lalu, Nike juga mengumumkan berhenti menjual produknya ke DSW (Desainer Shoe Warehouse), mulai tahun 2022.

Sejak 2017 lalu, Nike juga telah memangkas jumlah pengecer tradisional secara signifikan, untuk meningkatkan keuntungan dan memperketat kendali atas produk yang dipasarkan.

Chief Financial Officer Nike Matthew Friend mengatakan, Nike meraih keuntungan lebih dari dua kali lipat setelah menjual barang di situs web dan toko fisiknya sendiri, dibanding sebelumnya ketika Nike menjual produk lewat mitra grosir.

“Produk-produk Nike yang dijual di retail telah berkurang sebanyak 50% sejak strategi itu diberlakukan pada 2017,” ujar Friend seperti dikutip dari CNN, Jumat (10/12/2021).

Selain dapat mengendalikan harga pasar dengan lebih ketat lagi, itu juga keuntungan besar bagi merek premium seperti Nike yang ingin menyajikan produk bagi pelanggan dengan cara yang menarik dan konsisten, serta mencegah potongan harga terlalu banyak.

Di sisi lain, Nike adalah salah satu pemasok barang atletik terbesar DSW, yang menyumbang sekitar 7% dari penjualan DSW pada 2020. Meski kehilangan Nike, DSW yakin masih mampu menambah pendapatan dengan menumbuhkan merek atletik lainnya.

Sementara itu, Rival Under Armour dan Adidas mulai mengikuti jejak Nike. Kedua perusahaan itu menarik diri dari mitra ritel dan mulai membangun sistem penjualan secara langsung ke konsumen. []

Baca juga: Pabrik Pembuat Sepatu Nike di Vietnam Kembali Beroperasi Penuh

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Laba Adidas Merosot Dua Digit Akibat Lockdown Covid di Tiongkok

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:55 WIB

Angkat Tema Kehilangan, Dewi Hani Jayanti Rilis Single Karena Kucinta Dia

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:38 WIB

Grup Band Paman Rilis Pelita, Lagu Penuh Harapan dan Refleksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:59 WIB

Vitalia dan Agnes Arabella Bawa Nuansa Emosional di Program Musik Main-Main di Cipete Vol. 37

Minggu, 30 November 2025 - 18:48 WIB

Alf Tatale Gandeng Natasha Ryder untuk Video Musik Single Sesaat

Minggu, 30 November 2025 - 17:53 WIB

Siements hingga Party at Eden Guncang Tease Club Lewat Distorsi Gegap Gempita

Jumat, 28 November 2025 - 01:46 WIB

Annisa Dalimunthe dan Posan Tobing Hadirkan Lagu Anak Berjudul Anugerah Terindah

Jumat, 28 November 2025 - 01:10 WIB

Lemon Vanilla Ice & Your Raincoat Jadi Modal Awal Batavian Roulette

Kamis, 27 November 2025 - 00:09 WIB

Black Horses dan KILMS Siap Panaskan Distorsi Gegap Gempita 2025

Berita Terbaru