Curhat Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram yang Dianggap Salah oleh Ombudsman

- Editor

Rabu, 24 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Muhammadiyah Mataram. (Foto:Pelopor.id/FB UMM)

Universitas Muhammadiyah Mataram. (Foto:Pelopor.id/FB UMM)

Pelopor.id – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Mataram, H.M Arsyad, menyatakan dirinya telah diperiksa Ombudsman, dan dianggap salah. Padahal ia mengaku hanya berniat membantu mahasiswa terdampak korban gempa Lombok. Namun, langkahnya ini dinilai Ombudsman sebagai temuan penyalahgunaan dana beasiswa mahasiswa penerima manfaat bidikmisi.

“Kami dianggap bersalah oleh ombudsman. Karena jadi temuan, kami akan kembalikan walaupun harus mencicil,” tutur H.M Arsyad, Rabu (24/11/2021).

“Sebenarnya itu inisiatif dari mahasiswa sendiri, dan mereka ikhlas. Dan mahasiswa kami di PTS sudah membuat surat pernyataan bermaterai membantu rekan mereka yang tidak menerima manfaat bidikmisi untuk disubsidi.”

Arsyad mengaku sejumlah PTS di NTB dibuat serba salah. Sebab niat pihak kampus untuk meringankan beban mahasiswa terdampak korban gempa Lombok yang tidak diakomodir Dirjen Dikti Kemendiknas RI, sebagai penerima manfaat beasiswa bidikmisi, kini dinilai melanggar.

“Ini kan dapat merusak nama perguruan tinggi swasta. Mending kalau kami korupsi,” ungkap Arsyad.

Arsyad juga menyampaikan bahwa dirinya sempat mengajukan protes kepada pemerintah. Namun, tetap dianggap melanggar. Dalam peraturan penerima beasiswa bidikmisi, tidak boleh dialihkan. Perkuliahan sudah berjalan, baru kami dapat informasi ternyata tidak semua mahasiswa terdampak gempa menerima manfaat beasiswa bidikmisi. Dan tidak mungkin mahasiswa kami berhentikan.

Hal ini bermula pada tahun 2018 lalu, pasca gempa Lombok, dimana Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan berjanji membantu biaya pendidikan seluruh calon mahasiswa terdampak gempa Lombok.

H.M Arsyad
H.M Arsyad, Rektor Universitas Muhammadiyah mataram. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Mereka akan dibantu biaya pendidikannya melalui program beasiswa bidikmisi. Namun, setelah PTS di NTB menerima calon mahasiswa terdampak gempa, ternyata Dirjen Dikti tidak menepati janjinya memenuhi kuota sesuai yang diterima PTS.

Universitas Muhammadiyah sendiri, menerima 500 lebih calon mahasiswa terdampak gempa. Namun yang memperoleh manfaat beasiswa dari Dirjen Dikti sebanyak 200 lebih mahasiswa. Untuk mengakomodir calon mahasiswa yang tidak menerima manfaat, kemudian dilakukan subsidi silang antar mahasiswa. Sistem subsidi silang inilah yang dinilai salah oleh Ombudsman dan dianggap sebagai temuan.

Baca Juga :   Gubernur NTB: Feedback Positif WSBK, Penerbangan ke Lombok dan Hotel Penuh

“Sebenarnya itu inisiatif dari mahasiswa sendiri, dan mereka ikhlas. Dan mahasiswa kami di PTS sudah membuat surat pernyataan bermaterai membantu rekan mereka yang tidak menerima manfaat bidikmisi untuk disubsidi. Sepertinya ada mahasiswa yang tidak puas. Kemudian melapor ke ombudsman. Mahasiswa kami juga siap bertemu ombudsman dan memberikan klarifikasi. Jangan semua disalahkan,” tegas Arsyad.

Baca juga :

Berdasarkan pengakuan Arsyad, Ombudsman sudah datang ke kampus Muhammdiyah Rabu (16/11/2021), Minggu lalu. Dan Unmuh dinyatakan bersalah karena dianggap sebagai temuan.

“Tapi untuk mengembalikannya rektor tidak bisa memutuskan sendiri. Kami harus rapat dulu. Kalaupun kami kembalikan, ya kami akan cicil,” sebut Arsyad.

Dihubungi secara terpisah, utusan Ombudsman, Sahabudin, membenarkan telah mendatangi sejumlah kampus perguruan tinggi swasta penerima bidikmisi di Mataram.

“Kami.sudah memeriksa sejumlah kampus. Dan kami akan memberikan waktu 7 sampai 14 hari untuk dikembalikan (uang) ke mahasiswa,” ucap Sahabudin.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth Diduga Terobos Jalur Transjakarta dan Maki Polisi
Jakarta International Pet Show 2026 Siap Hadir di NICE PIK 2
Aston Villa Siap Panaskan GBK Lawan Indonesia All Stars
Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Bank Jakarta Terapkan eForm di KCP Kebayoran Park, Permudah Transaksi Nasabah di Kantor Cabang

Senin, 20 Juli 2026 - 17:32 WIB

Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:31 WIB

Direktur Utama Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:00 WIB

Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIB

Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:34 WIB

Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:28 WIB

Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta

Berita Terbaru

Momen aktor laga Tom Cruise berpidato di Seremonial Penutupan Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)

Internasional

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas

Senin, 20 Jul 2026 - 17:58 WIB