Pelopor,id – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014 Sapta Nirwandar, menyarankan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno untuk membuat Pers Conference untuk mempromosikan desa-desa wisata yang mengikuti World Best Tourism Villages UNWTO. Salah satu desa wisata yang mewakili Indonesia dalam ajang itu adalah Tetebatu di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Jadi pariwisata itu bisa memberikan kebanggaan kepada masyarakat. Disamping kita bangga juga kalo ke desa Tetebatu itu, oh….. indah banget, oh….. keren.”
Pasalnya waktu yang dimiliki untuk mempromosikan Tetebatu tidak banyak, sebab pemenang dalam ajang internasional itu akan diumumkan antara tanggal 12 sampai 15 Oktober 2021 di Sidang Umum PBB.

Saran ini dikemukakan Sapta lantaran menurutnya desa wisata Indonesia punya keunikan yang bisa menang dalam lomba tersebut.
“Desa wisata kita punya ke ungkap dan kekhasan. Karena campuran alam, budaya, dan juga hospitality,” tutur Sapta Nirwandar dalam wawancara dengan Pelopor.id, Rabu, 6 Oktober 2021.
- Baca juga : Sapta Nirwandar: WSBK Mandalika 3 Hari, Mesti Karantina 8 Hari Siapa yang Mau?
- Baca juga : Sapta Nirwandar Berharap Global Tourism Forum 2021 Pulihkan Pariwisata RI
Chairman Indonesia Tourism Forum (ITF) ini, juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Banyuwangi pernah memenangkan penghargaan sejenis yang diselenggarakan oleh UNWTO. Kala itu Banyuwangi menyabet gelar sebagai “The Winner of Re-Inventing Government in Tourism” dalam kategori UNWTO Awards for Innovation in Public Policy Governance atau Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan.
“Banyuwangi dulu menang, dapat award dan dapat uang untuk promosi,” sebutnya.
Sapta Nirwandar juga menegaskan, dengan mengikuti lomba global desa wisata dapat memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat, apalagi apabila Tetebatu bisa keluar sebagai pemenangnya.
“Jadi pariwisata itu bisa memberikan kebanggaan kepada masyarakat. Disamping kita bangga juga kalo ke desa Tetebatu itu, oh….. indah banget, oh….. keren,” tandas Sapta. []












