Putra Nababan: Citra DPR Tidak Bisa Dibandingkan dengan Lembaga Lain

0
Putra Nababan
Anggota DPR RI Fraksi PDI-P, Putra Nababan. (Foto:Pelopor.id/dpr.go.id)

Pelopor.id – Anggota DPR RI, Putra Nababan menilai citra DPR RI tidak bisa serta merta dibandingkan dengan lembaga lain. Apalagi dengan lembaga eksekutif yang kinerjanya sangat bergantung dari kepemimpinan sang pucuk pimpinan. Pasalnya, struktur organisasi legislatif seperti DPR berbeda dengan badan eksekutif maupun yudikatif.

“Persepsi publik ini akan dibentuk dari orang-orang dan anggotanya serta produk dari masing-masing Komisi badan dan akhirnya menjadi produk DPR. Ini kan tidak mudah untuk bisa mengelola persepsi ketika kita punya 575 anggota dewan yang memang di dalam mengambil keputusannya kita ngambil keputusan secara bersama-sama,” tuturnya di Instagram DPR RI dikutip Senin, 1 November 2021.

Menurutnya, DPR RI, berbeda dengan eksekutif dengan Kementerian dengan Presiden atau ruang redaksi yang bisa diambil oleh 1 orang, dipertanggungjawabkan 1 orang. sedangkan DPR ini dipertanggungjawabkan oleh bersama.

Baca juga : 

“Sehingga memang ketika kita bicara persepsi publik bukan hanya DPR RI. Tapi jangan-jangan DPR di seluruh dunia pasti itu lebih lebih rendah, seringkali lebih rendah mungkin anomalinya kecuali Amerika waktu Donald Trump lebih rendah dari lembaga eksekutifnya, presidennya atau perdana menterinya,” ungkap Putra Nababan.

Ia menjelaskan, bila berbicara tentang DPR tidak bisa hanya tentang lembaganya, tetapi harus fair bicara anggota-anggota dewan yang jumlahnya banyak, yang betul-betul bekerja, turun kebawah, komunikasi dan mengkritisi masa sidang. Mereka juga melakukan research, mengajukan pertanyaan yang berkualitas dan menyerap aspirasi untuk menyusun Undang-Undang.

“Saya menyaksikan langsung. Pemikiran-pemikiran yang genuine di lembaga badan legislasi dalam merumuskan satu Undang-Undang. Itu luar biasa, sesuatu yang tidak pernah saya lihat dalam karir jurnalistik saya,” tegasnya.

Putra Nababan menerangkan bahwa ketika dirinya menjadi wartawan yang disoroti hanya sesuatu yang seksi atau besar saja tetapi tidak mau melihat secara detail. Bahkan, membahas pasal per pasal pun tidak berani.

“Persepsi publik ini akan dibentuk dari orang-orang dan anggotanya serta produk dari masing-masing Komisi badan dan akhirnya menjadi produk DPR. Ini kan tidak mudah untuk bisa mengelola persepsi ketika kita punya 575 anggota dewan”.

“Jadi dalam hal persepsi publik, ini kan dibentuk juga dari bagaimana masyarakat atau yang detail terkait dengan kerja kita. Nah ini, yang menurut saya menjadi PR memang. Bagaimana DPR juga harus menunjukkan kerja-kerja dari orang per orang, personil per personil yang disetiap komisi dan di badan sehingga masyarakat tau “oh ada wakil kami yang kerja”, ” tandas Putra Nababan.

Itu lanjutnya, bisa dilakukan ketika Anggota Dewan turun ke lapangan dan bercerita kepada masyarakat tentang apapun.

“Dan jangan salah lho, pertanyaan ibu-ibu itu kritis lho,” sebunya.

Putra Nababan juga mengatakan, semua ini, seusai dengan yang disampaikan oleh ibu ketua DPR mbak Puan Maharani bahwa kita harus terus berkomunikasi dengan rakyat. []