Muhadjir Effendy Resmikan Pasar Kronong Berkonsep Syariah

0
Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy Resmikan Pasar Kronong Berkonsep Syariah. (Foto:Pelopor.id/Kemenko PMK)

Pelopor.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy didampingi Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin meluncurkan Pasar Rakyat Syariah di Pasar Kronong, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Jumat, 29 Oktober 2021.

Konsep Pasar Rakyat Syariah adalah pengelolaan pasar tradisional yang bermartabat, aman, ramah dan bersahabat serta akuntabel, berlandaskan syariat Islam. Pasar Kronong ditunjuk sebagai pilot project lantaran memiliki fasilitas yang paling memenuhi syarat untuk mengarah pada konsep syariah. Seperti ketepatan timbangan pedagang, dengan disediakannya fasilitas pos ukur ulang timbangan.

Setelah mengunjungi Pasar Syariah Kronong, Menko PMK menuju ke gerai Belabeli UMKM di Graha Mulia. Sejumlah produk UMKM di Kota Probolinggo dipamerkan, seperti kerajinan tangan, batik, konveksi makanan dan minuman. Menurutnya, langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Probolinggo untuk membantu sektor UMKM sudah sangat baik.

“Ini luar biasa, meskipun ada pembatasan-pembatasan untuk mencegah penyebaran Covid-19, tetapi sektor usaha utamanya UMKM tetap bergerak, hampir seperti biasanya,” tegas Menko PMK.

Muhadjir mengapresiasi Pemerintah Kota Probolinggo yang telah membuat sejumlah upaya dalam membangkitkan ekonomi. Seperti kebijakan menyediakan gerai bagi UMKM lokal di pusat-pusat perbelanjaan agar pemasaran dan promosi pelaku usaha tetap eksis di masa pandemi. Dia juga sempat berbincang dengan beberapa pelaku UMKM dan mendapatkan cerita bahwa sudah banyak produk yang mereka buat laris manis di pasar Internasional.

“Saya tadi sempat berbincang-bincang dengan salah satu pelaku. Ternyata ekspor tetap berjalan, ada yang ke Singapura, Korea, artinya tidak terganggu dengan adanya PPKM. Sangat mengapresiasi langkah dari Wali Kota Probolinggo,” ucap Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyebut, upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemkot Probolinggo merupakan upaya menggerakkan ekonomi. Menurutnya, selama pandemi ada penurunan omset dari pelaku usaha. Sehingga perlu dilakukan terobosan-terobosan baru.

“Kebangkitan UMKM harus kita dorong dan support menyesuaikan dengan yang ada. Kita harus bangkit dan tumbuh, kalau kita tidak harus bangkit, bagaimana mengatasi persoalan yang ada. Sisi ekonomi, sisi kesehatan harus mendapat perhatian, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan,” tandas Hadi. []