Pelopor.id | Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfotik) menyiapkan 10 ribu talenta muda untuk menghadapi era industri 4.0. Para pemuda itu akan dibekali pelatihan akselerasi percepatan transformasi digital, khusus Nusa Tenggara Barat (NTB), pelatihan akan difokuskan bagi tamatan SMA/SMK dan lulusan Perguruan Tinggi di Lombok Tengah.
Dalam pelatihan ini, Kemenkominfotik akan bekerjasama dengan Digital Talent Partnership. Program ini sendiri merupakan satu dari empat program Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu infrastruktur digital, pemerintah digital, ekonomi digital dan masyarakat digital.
“Nah garapan kami sekarang ini adalah bagian dari program masyarakat digital,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkominfotik Hary Budiarto di aula Universitas Teknologi Mataram-NTB, Senin (24/10/2021).
Baca juga: Sepekan Pasca HK Endurance Challenge digelar, NTB Tak Alami Lonjakan Kasus Covid-19
Secara nasional, pemerintah akan melahirkan 220 ribu talenta digital Indonesia. Syarat menjadi bagian program ini adalah daerah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal), daerah destinasi super prioritas, dan yang memiliki rencana pembentukan smart city. Jika lulusan SMA/SMK tidak mengambil jatah alias mendaftar, maka peluangnya akan tertutup dan diambil lulusan perguruan tinggi.
Data Kemenkominfotik menunjukkan, saat ini ada 1,8 juta lulusan SMA/SMK yang menganggur dan 3,5 juta lulusan perguruan tinggi menganggur akibat kompetensinya masih kurang di bidangnya. “Agar peluang tidak hilang, saya sarankan cepat mendaftar. Jangan sia-siakan peluang ini,” ucap Hary.
Di kesempatan yang sama, Rektor Universitas Teknologi Lalu Darmawan menilai, program pemerintah ini sangat luar biasa. “Nanti semua akan jadi lebih mudah. Sarana digital bisa diperoleh lebih mudah, bisa belajar mandiri, konten belajar disiapkan, ikut ujian mandiri dan setelah lulus dikasi sertifikat,” ujarnya. []
Baca juga: Asosiasi Travel Agent NTB Minta Jatah Kuota Tiket WSBK












