Asosiasi Travel Agent NTB Minta Jatah Kuota Tiket WSBK

0
Kalangan pengusaha perjalanan wisata melakukan diskusi dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengenai jatah kuota tiket World Superbike (WSBK). (Foto: Pelopor/Dispar NTB)

Pelopor.id | Kalangan pengusaha perjalanan wisata yang diwakili Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB, hari ini (25/10/2021) melakukan diskusi dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), mengenai jatah kuota tiket World Superbike (WSBK).

Namun diskusi yang dimediasi oleh Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Kadispar NTB) Yusron Hadi ini berlangsung alot dan dilanjutkan pada Kamis (28/10/2021) mendatang.

Ketua Astindo NTB Sahlan M. Saleh menyayangkan bahwa selama ini penyedia jasa perjalanan wisata tidak dilibatkan dalam penjualan tiket WSBK. “Sebelumnya kami sangat optimistis event WSBK akan sukses. Dan kami bisa ambil peran di sport event berskala internasional ini. Kami perhatikan harga tiket sekelas WSBK juga lebih tinggi dari MotoGP di Sepang-Malaysia,” kata Sahlan.

Melihat tenggat waktu yang semakin dekat, Sahlan merasa pesimistis bisa menjual tiket WSBK dalam kurun waktu tiga minggu sebelum jadwal acara tersebut 19-21 November 2021. “Bisa menjual 10 persen saja dari tiket yang tersedia, itu sudah luar biasa,” ujarnya.

Meski demikian, pelaku usaha travel di NTB akan tetap berjuang keras menjual tiket WSBK, salah satunya menawarkan tiket dengan bundling paket wisata Lombok-Sumbawa.

Di sisi lain, Project Director WSBK Ahmad Husein menjelaskan, minimnya komunikasi dengan pihak asosiasi di NTB karena terkendala sempitnya waktu. Disebutkan, fokus Mandalika Grand Prix Association (MGPA) adalah persiapan proses sampai event berlangsung harus sempurna. Hal itu yang membuat MGPA harus menunjuk pihak ketiga untuk penjualan tiket.

“Kami butuh banyak masukan. Tapi karena terkendala waktu kami harus bekerja cepat. Soal harga tiket yang terlalu mahal itu sudah ada kajian dari internal kami. Dan terlalu prematur kalau kita bicara soal harga tiket sekarang,” ungkap Husein.

Husein juga meyakinkan asosiasi travel agent bahwa persiapan perhelatan WSBK selanjutnya akan lebih baik lagi. “Kami paham ini race pertama. Kontrak kami hingga 10 tahun ke depan. Ke depan kami akan menyiapkan lebih baik,” ucapnya.

Dalam diskusi ini, Kadispar Yusron Hadi meminta asosiasi travel agent bisa berkomunikasi dengan Bank NTB, selaku pemegang kuota tiket WSBK. Sedangkan pihak MGPA dan ITDC masih akan berkomunikasi terlebih dahulu untuk mencari solusi lain. []