Pelopor.id – Produsen otomotif BMW, menyampaikan bahwa pada 2023 setidaknya setengah dari kendaraan hasil produksi mereka di pabrik utamanya di Munich akan dialiri listrik. Baik itu berupa baterai listrik atau plug-in hybrid. Lalu pada 2024, BMW akan berhenti memproduksi mesin pembakaran internal atau berbahan bakar fosil di pabrik yang sama.
Selain itu, BMW menetapkan target sebanyak 50 persen dari penjualan mobil global baru mereka menjadi listrik pada 2030. Meski demikian, mobil dengan mesin pembakaran internal masih akan dirakit perusahaan asal Jerman ini di pabrik Munich.
“Mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) yang saat ini dibuat di Munich akan diproduksi di pabrik BMW di Austria dan Inggris di masa depan,” tutur Kepala Produksi BMW, Milan Nedeljkovic dalam sebuah konferensi yang menandai dimulainya produksi mobil listrik BMW i4 seperti dikutip dari Reuters, Minggu 24 Oktober 2021.
Mobil listrik baterai BMW i4 sendiri, dibuat di jalur perakitan bersama dengan ICE dan model hybrid seperti BMW Seri 3 Sedan dan Touring. Untuk investasi dalam infrastruktur produksi tersebut, dibutuhkan biaya sebesar 200 juta euro atau sekitar Rp3,3 triliun (kurs Rp16.500)

Di pabrik Dingolfing, lini perakitan campuran serupa sudah berlangsung dengan memproduksi mobil listrik BMW iX bersama model hybrid dan ICE. Sedangkan model baru akan diprioritaskan dalam pengambilan keputusan di mana mengalokasikan chip semikonduktor yang langka.
Sebelumnya, BMW berharap bisa memproduksi 70.000-90.000 mobil lebih sedikit daripada yang bisa dijual tahun ini akibat kekurangan chip yang melanda pembuat mobil di seluruh dunia. Langkah ini, sekaligus berkomitmen perusahaan dalam upaya mengurangi emisi dari logistik transportasi di pabrik Munich agar menjadi nol dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut mereka, komitmen nol emisi akan dicapai dengan memanfaatkan transportasi kereta api dan truk bertenaga baterai yang lebih besar untuk mengangkut kendaraan di dalam dan di sekitar pabrik. []












