Pelopor.id | Jumlah pasien Covid-19 di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta kembali bertambah pada Oktober 2021. Meski demikian, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, jumlah kasus yang dilaporkan terbilang sedikit dan pemerintah tetap memantau situasi fasilitas kesehatan, menyiapkan strategi jika terjadi peningkatan kasus secara signifikan.
“Tentu kekhawatiran tentang ini juga, tapi untuk melihat kasus di Indonesia setidaknya laporan dari Jakarta, di sana ada sedikit kenaikan, tapi tidak banyak,” ucap Wiku dalam konferensi pers bersama media internasional, Selasa (19/10/2021).
Baca juga: Muhadjir Effendy: Pergeseran Libur Maulid Bentuk Keseriusan Pemerintah Tangani Covid-19
Sebelumnya, Wiku gencar mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam protokol kesehatan meski angka kasus Covid-19 di Indonesia terus menurun. Ia juga mengingatkan semua pihak tetap mewaspadai prediksi gelombang ketiga yang berpotensi terjadi akhir Desember 2021.
Di sisi lain, panel ahli World Health Organization (WHO) Dicky Budiman menjelaskan kenapa Indonesia masih berisiko menghadapi gelombang ketiga, meski hampir 29 persen dari populasi diperkirakan sudah terinfeksi Corona atau memiliki kekebalan alamiah per 1 Oktober 2021.
Baca juga: Pemerintah Jajaki Beberapa Alternatif Obat Covid-19
“Singapura aja itu 8 persen yang penduduknya belum divaksinasi penuh aja masih bisa meledak apalagi kita, jadi itu yang membuat kenapa potensi gelombang ketiga atau gelombang berikut itu menjadi tetap besar,” ujarnya, seperti dikutip dari detikcom, Rabu (20/10/2021).
Dicky pun menyarankan agar pemerintah bisa memaksimalkan cakupan vaksinasi hingga melampaui 60 persen untuk dosis lengkap. Kemudian level penularan transmisi dijaga dalam tingkat terendah, sambil terus memperkuat strategi 3T (testing, tracing, treatment). []












