Dulu Ada Cebong-Kampret, Kini Muncul Celeng-Banteng

0
Ilustrasi celeng atau babi hutan. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Pelopor.id | Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, membuat pernyataan keras bagi para kader yang mendeklarasikan capres sebelum arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia menyebut mereka sudah keluar dari barisan kader banteng dan dijuluki celeng atau babi hutan.

”Adagium di PDIP itu yang di luar barisan bukan banteng, itu namanya celeng (babi hutan). Jadi apapun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng,” kata Bambang Pacul, seperti dikutip dari Solopos.com, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Nama Ganjar Pranowo Melejit di Survei Terbaru, Bambang Pacul Sebut itu Hanya Potret

Bambang pun tidak keberatan jika dianggap keras, karena menurutnya, kader harus tahu bagaimana tegak lurus terhadap arahan ketua umum. “PDIP itu adalah barisan yang mendapat perintah. Jadi siapa pun yang merasa jadi barisan PDIP, harus berada di barisan, barisan yang diperintah,” tegas Bambang.

Hal ini diduga bermula dari deklarasi DPC Seknas Ganjar Indonesia (SGI) Kabupaten Purworejo untuk mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maju di Pilpres 2024.

Baca juga: Ganjar Pranowo Deklarasikan Kelurahan Damai di Surakarta

Dari sini terlihat sinisme politik sudah mulai terjadi. Jika pada Pilpres 2014 lalu, muncul istilah cebong dan kampret, kini istilahnya berganti jadi celeng dan banteng. Hanya saja cebong-kampret merujuk dua kubu berbeda yang saling bersaing, sedangkan celeng-banteng muncul di tengah polemik internal PDIP.

Julukan celeng itu pun ditanggapi dengan perlawanan oleh para simpatisan, termasuk Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo Albertus Sumbogo. “Teman-teman membuat satire atau meme itu selain tersinggung, prihatin tapi ada semangat perlawanan. Meskipun dianggap celeng, tetap harus berjuang untuk kebenaran dan nuraninya,” ucapnya. []