OJK Perpanjang Relaksasi Restrukturisasi Kredit Perbankan

- Editor

Sabtu, 4 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. (Foto: Pelopor/Setkab)

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. (Foto: Pelopor/Setkab)

Pelopor.id | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang masa relaksasi restrukturisasi kredit perbankan selama satu tahun, mulai dari 31 Maret 2022 menjadi 31 Maret 2023. Perpanjangan ini juga berlaku bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). 

Keputusan tersebut diambil untuk terus menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional dan stabilitas perbankan, serta kinerja debitur restrukturisasi COVID-19 yang sudah mulai mengalami perbaikan. 

“Restrukturisasi kredit yang kami keluarkan sejak awal 2020 telah sangat membantu perbankan dan para debitur termasuk pelaku UMKM. Untuk menjaga momentum itu dan memitigasi dampak dari masih tingginya penyebaran COVID-19 maka masa berlaku relaksasi restrukturisasi kami perpanjang hingga 2023,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, seperti dikutip dari laman resmi OJK, Jumat (03/09/2021). 

Baca juga: OJK Minta Kemkominfo Blokir Mata Elang, Aplikasi Andalan Debt Collector

Hingga kini, perbankan terus melanjutkan kinerja membaik, seperti pertumbuhan kredit yang positif mulai Juni dan angka Loan at Risk (LaR) yang menunjukkan tren menurun, namun masih relatif tinggi. Sedangkan angka Non Performing Loan (NPL) sedikit mengalami peningkatan dari 3,06 persen (Desember 2020) menjadi 3,35 persen (Juli 2021). 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana juga mengatakan, “Perpanjangan restrukturisasi hingga 2023 diperlukan dengan tetap menerapkan manajemen risiko, mengingat adanya perkembangan varian delta dan pembatasan mobilitas, sehingga butuh waktu yang lebih bagi perbankan untuk membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dan bagi debitur untuk menata usahanya agar dapat menghindari gejolak ketika stimulus berakhir”. 

Baca juga: Pinjol Resmi OJK Sampai 10 Juni 2021 Ada 125 Perusahaan

Penerapan manajemen risiko dalam relaksasi restrukturisasi tetap menjadi pedoman dalam pelaksanaan kebijakan ini, yang terdiri dari: 

  1. Kriteria debitur restrukturisasi yang layak mendapatkan perpanjangan. Penerapan self assessment terhadap debitur yang dinilai mampu terus bertahan, masih memiliki prospek usaha, dan oleh karena itu layak mendapatkan perpanjangan. 
  2. Kecukupan pembentukan CKPN. Terhadap debitur-debitur yang dinilai tidak lagi mampu bertahan setelah diberikan restrukturisasi pada tahap pertama, bank diminta mulai membentuk CKPN. 
  3. Prasyarat Pembagian Dividen. Dalam hal bank akan melakukan pembagian dividen, agar mempertimbangkan ketahanan modal atas tambahan CKPN yang harus dibentuk untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit restrukturisasi. 
  4. Stress testing dampak restrukturisasi terhadap permodalan dan likuiditas Bank. 
Baca Juga :   Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Gandeng OJK Selidiki Aliran Investasi

Kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit diharapkan mampu memberikan kepastian bagi perbankan maupun pelaku usaha dalam menyusun rencana bisnis tahun 2022, khususnya mengenai skema penanganan debitur restrukturisasi dan skema pencadangan. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Indonesia Perlu Capai 5 Parameter ini untuk Jadi Negara Maju
Erick Thohir Komentari Penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tembus 1 Juta
Organ Relawan Prabowo-Gibran, ARBI Gelar Dialog Dukung Kampanye Damai
Kerja Bareng Kertabumi, Gatsby Tanam 1000 Pohon Mangrove di PIK
Perpaduan Investasi Emas dan Karya Seni, Treasury Art Prize! Spot Menarik di Art Jakarta 2023
Biografi Pendiri Bank BCA, Sudono Salim
Sejarawan dan Akademisi Desak Presiden Beri Gelar Pahlawan Nasional ke Tuan Rondahaim Saragih
DPR Usul Harga Gas Alam Rumah Tangga Disubsidi Seperti Gas Melon 3 Kg

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 17:13 WIB

Anas Alimi Janjikan Konsep Berbeda di Prambanan Jazz Fest 2024

Rabu, 28 Februari 2024 - 16:23 WIB

Konser Ed Sheeran Pindah dari GBK ke JIS, Promotor Ungkap Alasan

Rabu, 28 Februari 2024 - 14:34 WIB

Swag Event Kehadiran Aimee Saras, Simalodra dan Randa Oktovandy

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:26 WIB

Ditulis di Amerika Serikat, Single Katakan Saja Milik Adikara Ferdy Resmi Dirilis

Rabu, 21 Februari 2024 - 22:37 WIB

Thito Tangguh, Abe Lubis hingga Ka;Kei Tampil di Swag Event

Jumat, 16 Februari 2024 - 23:14 WIB

Memorabilia Perjalanan 50 Tahun God Bless Dipamerkan di Galeri Nasional

Minggu, 11 Februari 2024 - 15:00 WIB

Sambut Pemilu dan Imlek, Bella Fawzi Rilis Single Anggur Asmara

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:34 WIB

Pecah! Swag Event Hadirkan Uap Widya, Vin Idola Cilik dan Indra Sinaga

Berita Terbaru

Suasana konferensi pers program Ramadan Penuh Hikmah, MOJI. (Foto: Istimewa)

Selebriti

MOJI Siapkan Program Asik Temani Ramadan 2024

Kamis, 29 Feb 2024 - 00:59 WIB