Sandiaga Uno Pastikan Penataan Fasilitas TN Komodo Perhatikan Lingkungan

- Editor

Selasa, 10 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komodo. (Foto:Pelopor.id/Kemenparekraf)

Komodo. (Foto:Pelopor.id/Kemenparekraf)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno memastikan, penataan sarana dan prasarana di zona pemanfaatan Taman Nasional (TN) Komodo akan disesuaikan dengan aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan. Sehingga, tidak menimbulkan atau mengakibatkan dampak negatif terhadap Outstanding Universal Value (OUV) situs warisan alam dunia TN Komodo.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno, dalam acara weekly press briefing secara daring, Senin 9 Agustus 2021. Ia menyebutkan, bahwa tujuan dari pembangunan di TN Komodo sendiri adalah untuk mengganti sarana dan prasarana yang tidak layak dengan sarana yang lebih memadai dan berstandar internasional.

“Jadi jangan khawatir, karena kita mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan konservasi.”

Mulai dari ranger camp, guide camp, researcher camp, plaza deck, resting post, elevated deck, reservoir tank, distribution pipeline, waiting room for visitor, jetty, coastal protection, hingga information center.

“Waktu saya berkunjung ke Taman Nasional Komodo itu, saya melihat memang banyak fasilitas yang perlu diperbaiki karena berkaitan dengan masalah keselamatan, berkaitan dengan kesehatan, dan juga keberlanjutan lingkungan,” tutur Sandiaga Uno berdasarkan keterangan tertulis.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), telah memastikan bahwa pembangunan di Resort Loh Buaya Pulau Rinca TN Komodo tidak menimbulkan atau mengakibatkan dampak negatif terhadap OUV situs warisan alam dunia TN Komodo.

Sebab, ini semua berdasarkan hasil kajian penyempurnaan Environmental Impact Assessment (EIA) yang dilakukan bersama oleh lintas kementerian/lembaga serta pakar lainnya yang terus disesuaikan dengan kaidah-kaidah yang ditetapkan IUCN.

“Jadi jangan khawatir, karena kita mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan konservasi,” tegas Menparekraf.

Selain itu, berkaitan dengan sertifikasi CHSE, Menparekraf mengatakan antuasiame industri untuk mendaftarkan usahanya terus meningkat. Pada pekan keempat Juli 2021, jumlah pendaftar sertifikasi CHSE sudah mencapai 4.771. Hal ini menunjukkan bahwa semua pihak sadar akan penerapan CHSE tersebut benar-benar diperhatikan di era adaptasi kebiasaan baru.

Baca Juga :   Buka GATF 2021, Sandiaga Uno Harapkan Kebangkitan Pariwisata Nasional

“Sertifikasi CHSE ini harus betul-betul kita dorong untuk jadi gold standard dalam pelaksanaan pelayanan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” pungkasnya.

Selain itu, program vaksinasi juga terus Kemenparekraf lakukan. Sampai dengan 7 Agustus 2021 sudah ada 22 sentra vaksinasi yang diinisiasi oleh Kemenparekraf dan tentunya bekerja sama dengan dunia usaha, institusi pendidikan, serta stakeholder lainnya.

Untuk itu, Menparekraf terus mendorong agar seluruh unsur pentahelix berkolaboraksi untuk menghadirkan sentra vaksinasi, agar target yang ingin dicapai oleh Kemenparekraf sampai dengan September 2021 untuk memvaksin lebih dari 450 ribu pelaku parekraf dan masyarakat dapat tercapai.

“Kemenparekraf akan terus berkoordinasi dengan pemprov, pemda, pemkab, pemkot, dan juga komunitas, institusi pendidikan dan pentahelix untuk menghadirkan sentra vaksinasi di tempat wisata, seperti vaksin with a view, vanic (vaksinasi asyik di tempat piknik), sehingga dapat membangkitkan minat masyarakat untuk divaksin,” pungkasnya.

Menparekraf mengatakan, dukungan akomodasi hotel bagi tenaga kesehatan sebesar Rp300 miliar sudah disetujui oleh KPC PEN. Ia berharap dalam waktu dekat bisa segera direalisasikan.

Di samping itu, Menparekraf terus mengupayakan agar biro perjalanan wisata sebagai salah satu pelaku parekraf yang turut berperan aktif dalam menggerakkan kepariwisataan, dapat ikut serta dalam program Bantuan Pemerintah Untuk Usaha Pariwisata (BPUP) yang dianggarkan sebesar Rp2,4 triliun.

“Kami sangat prihatin dari dana hibah pariwisata tahun lalu biro perjalanan wisata ini belum tersentuh, kita lagi coba dengan segala cara, mudah-mudahan tahun ini bisa ikut dalam program Bantuan Pemerintah Untuk Usaha Pariwisata (BPUP),” tandasnya.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lomba Desa Wisata Nusantara dan Lomba Literasi Budaya Desa Tahun 2024
Gandeng Damkar Bantaeng, Huadi Group Gelar Latihan Tanggap Darurat
Didukung Huadi Group dan Pemda Bantaeng, Taekwondo Optimis Raih Medali
AHY di WWF 2024: Masyarakat Dunia Harus Atasi Kelangkaan Lahan dan Air
Warga Bantaeng Akui Gerak Cepat Huadi Group dan Kodim 1410 Lewat Program RTLH
Huadi Group Berbagi Berkah Tiap Jumat, Jemaah Masjid: Alhamdulillah
Kata Adang Daradjatun Soal Sindikat Penjualan Narkoba dalam Kemasan Makanan
Bantu Korban Kebakaran di Sinoa, Huadi Group Salurkan Bantuan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:19 WIB

Promo Khusus Pelajar dan Mahasiswa, Synchronize Festival 2024 Hadirkan Tiket Student Card

Kamis, 11 Juli 2024 - 19:55 WIB

We The Fest 2024 Edisi Anniversary Siap Digelar di GBK Jakarta

Rabu, 10 Juli 2024 - 23:12 WIB

Satu-satunya di Asia Tenggara, Neck Deep Bakal Manggung di The Sounds Project 7

Rabu, 10 Juli 2024 - 22:35 WIB

Emma Elliot Manggung Bareng Vagetoz dan Sun Of Monday di Swag Event

Jumat, 5 Juli 2024 - 14:55 WIB

Daniel Rumbekwan, Efek Rumah Kaca, hingga VoB Ikut Lokakarya IKLIM

Kamis, 4 Juli 2024 - 21:14 WIB

Bless The Knights Perkenalkan Single Agathos Saat Tur Sulawesi Selatan

Kamis, 4 Juli 2024 - 13:22 WIB

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Bakal Manggung di Pestapora 2024

Rabu, 3 Juli 2024 - 16:36 WIB

Djakarta Warehouse Project 2024 Bakal Hadir di 13, 14, dan 15 Desember

Berita Terbaru