Suntik Dosis Kedua Terlambat, Tidak Pengaruhi Efektivitas Vaksin

0
suntik vaksin
Ilustrasi suntik vaksin. (Foto:Pelopor.id/Pixabay)
Pelopor.id | Jakarta – Suntikan dua dosis vaksin Covid-19 bagi setiap individu guna menciptakan kekebalan tubuh yang optimal, dibutuhkan. Ini, sesuai rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli.
Adapun rentang waktu penyuntikan dosis pertama dan dosis kedua, serta dosis pemberian vaksin berbeda-beda sesuai dengan rekomendasi untuk setiap jenis vaksin yang digunakan.

“Keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama.”

Vaksinasi, merupakan salah satu upaya penting dalam penekanan laju penyebaran virus. Untuk itu, Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan laju vaksinasi yang saat ini berada di angka 1 juta-1,25 juta setiap harinya.
Tetapi, tidak menutup kemungkinan terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan vaksinasi, termasuk untuk penyuntikan dosis kedua yang saat ini sedang terjadi di beberapa daerah lantaran ketersediaan vaksin.
Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, meski pemerintah terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi, tidak menutup kemungkinan akan terjadi tantangan di tengah jalan, seperti ketersediaan vaksin. Menurut Siti, ada beberapa daerah yang terlambat menerima vaksin untuk penyuntikan dosis kedua.
Siti Nadia Tarmizi - FKUI
”Keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama sehingga antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan virus Covid-19,” tuturnya dikutip Pelopor.id dari laman Kementerian Kesehatan.
Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, untuk vaksin Sinovac, jarak penyuntikan dosis 1 ke dosis kedua adalah 28 hari. Sementara vaksin AstraZeneca 2 sampai 3 bulan, lalu penyintas dapat divaksin setelah 3 bulan dinyatakan sembuh.
Untuk penyintas yang sudah mendapatkan vaksin dosis 1 sebelum dinyatakan positif, maka bisa melanjutkan vaksinasi dosis kedua setelah sembuh 3 bulan. Tidak perlu mengulang. Pemerintah sendiri, telah mendistribusikan 86.253.981 dosis vaksin dan 67.884.947 dosis telah digunakan di 34 provinsi.[]