Sejarah Idul Adha, Kisah Nabi Ibrahim Mendapat Wahyu dari Allah SWT

0
Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. (Foto: Pelopor/Antara)

Pelopor.id | Jakarta – Idul Adha yang juga disebut Hari Raya Kurban, tidak terlepas dari kisah Nabi Ibrahim, seperti dikutip dari muslim.or.id. 

Setelah melalui penantian sangat panjang, Nabi Ibrahim akhirnya dikaruniai seorang anak, yang diberi nama Ismail, dan kemudian menjadi salah satu nabi bagi umat Islam. Pada 8 Zulhijjah, Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih anaknya, yang saat itu sudah beranjak remaja. Kemudian, Ibrahim merenungi makna mimpinya dan momen itu diabadikan sebagai hari Tarwiyah dalam Islam.

Akhirnya, Nabi Ibrahim sadar bahwa ia mendapatkan wahyu dari Allah, berupa perintah untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim pun mematuhi perintah tersebut, meski harus mengorbankan anak kandungnya yang sudah sangat lama ia nantikan. Ketika Nabi Ibrahim menyampaikan wahyu tersebut, Nabi Ismail juga langsung mematuhi perintah itu. Ibrahim memutuskan akan menyembelih Ismail pada 10 Dzulhijjah. 

Baca juga: Menag Minta Masyarakat Tak Mudik Idul Adha

Sesaat sebelum penyembelihan, setan muncul dengan bisikan sesatnya, agar Nabi Ibrahim mengurungkan niatnya tersebut. Namun karena iman dan tekad Nabi Ibrahim sudah sangat bulat, maka ia mengambil batu dan melemparkannya kepada setan. Peristiwa itu hingga kini diabadikan dengan istilah ‘lempar jumrah’, dan menjadi salah satu rangkaian saat melakukan ibadah Umrah.

Setelah Ibrahim berhasil mengusir setan, mereka berdua menuju sebuah tanah lapang dengan pedang yang sudah diasah dengan sangat tajam agar Nabi Ismail tidak merasa kesakitan saat disembelih. Lalu, Nabi Ibrahim mengikat kedua kaki dan tangan Ismail. Anehnya, pedang itu selalu terpental, hingga Nabi Ismail meminta agar talinya dilepaskan sebagai tanda kepasrahan atas perintah Allah.

Baca juga: Duterte Tetapkan Idul Adha Sebagai Hari Libur Nasional Filipina

Melihat ketakwaan mereka, Allah kemudian mengganti Nabi Ismail dengan kambing. Itulah asal-muasal sunah kurban yang dilaksanakan umat Islam setiap Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Idul Adha juga disebut sebagai Lebaran Haji, karena sejak 9 Dzulhijah, umat Islam yang menunaikan ibadah Haji sedang melaksanakan ritual haji yang paling utama, yaitu wukuf di Padang Arafah. 

Wukuf adalah ritual haji yang mengajarkan umat Islam untuk meninggalkan aktivitasnya sejenak agar dapat merenungkan diri, seperti yang dilakukan Ibrahim setelah menerima perintah dari Allah untuk mengorbankan anaknya. Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, disunnahkan untuk melakukan ibadah puasa Arafah ditanggal yang sama, 9 Dzulhijah. []