Pemotongan Kurban Idul Adha Wajib Taat Protokol Kesehatan

0
Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Pelopor.id | Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menggelar Sosialisasi Pemotongan dan Pengawasan Hewan Kurban bersama Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta, di Ruang Yudhistira Balaikota Yogyakarta, pada Jumat (2/7/21).

Seperti diketahui, Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini membuat segala rutinitas berubah, termasuk kegiatan pemotongan dan pengawasan hewan kurban, sehingga dibutuhkan persiapan matang, tepat dan sesuai standar protokol kesehatan. 

“Sosialisasi kepada masyarakat ini perlu dilakukan, mengingat situasi pandemi dan adanya edaran baru mengenai PPKM menjadi fokus bersama. Kita semua berharap hewan yang akan dikurbankan benar-benar sehat dan layak sesuai hakikatnya,” Kata Heroe Poerwadi.

Baca juga: Ratusan Pelanggar Protokol Kesehatan di Kota Yogyakarta Dikenai Sanksi

Demi menekan penyebaran Covid-19 dan mencegah adanya klaster baru di Kota Yogyakarta, Pemerintah mengeluarkan pedoman tata cara pelaksanaan rangkaian Ibadah Idul Adha, sesuai dengan protokol Covid-19 agar pelaksanaan beribadah sehat, aman dan nyaman.

“Untuk itu, pada kesempatan pelatihan ini kami ingin memastikan betul bahwa seluruh panitia mengetahui tata cara kurban, tidak hanya secara syariah namun juga dari aspek kesehatan, kebersihan, higienitas baik sebelum dan sesudah penyembelihan,” ungkap Heroe.

Ia menambahkan, “Nanti akan ada aturan tersendiri mengenai penyelenggaraan Idul Adha saat PPKM yang di buat menyusul. Diharapkan masyarakat dapat memahami perubahan drastis terkait kondisi pandemi saat ini yang semakin tinggi,”.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Terapkan WFH Akibat Tingginya Penularan Covid-19

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Suyana mengatakan, tidak hanya mematuhi protokol kesehatan, tapi pihaknya juga akan teliti dalam mengambil keputusan terhadap pengambilan hewan. Jika hewan sakit, maka perlu dilakukan pemeriksaan secara cermat sehingga nantinya daging kurban yang diperoleh, selain halal juga layak untuk di konsumsi. []