Festival Belanja Online 11.11 di China Picu Praktik Dagang Tak Sehat

- Editor

Jumat, 12 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja pengiriman menyortir paket di stasiun logistik darurat di dekat Central Business District (CBD) selama festival belanja Singles' Day di Beijing, China, 11 November 2021. (Foto: Pelopor/Reuters/Tingshu Wang).

Pekerja pengiriman menyortir paket di stasiun logistik darurat di dekat Central Business District (CBD) selama festival belanja Singles' Day di Beijing, China, 11 November 2021. (Foto: Pelopor/Reuters/Tingshu Wang).

Pelopor.id | Tren hari belanja online nasional (harbolnas) pada 11 November (11.11) tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di sejumlah negara lain, salah satunya China.

Harbolnas pertama kali dipopulerkan oleh perusahaan e-commerce Alibaba Group di China pada tahun 2009, yaitu mengajak pengguna internet belanja secara online dengan diskon besar-besaran selama sehari. Sejak itu, tanggal cantik pun menjadi festival penjualan online terbesar di dunia, mengalahkan Cyber Monday di Amerika Serikat.

Festival harbolnas ini pun disebut mampu mendatangkan omzet hingga 540,3 miliar yuan selama harbolnas berlangsung di Negeri Tirai Bambu.

Meski demikian, koran pemerintah China, Securities Daily, mengecam praktik harbolnas yang dianggap seperti “penyembahan terhadap omzet”.

Baca juga: Realme 11.11 Salebration Hadirkan Produk Terbaru

“Ibadah pemujaan terhadap omzet ini tidak hanya tak berkelanjutan dalam pertumbuhan digital tapi juga memicu kekacauan,” tulis Securities Daily seperti dikutip Reuters pada Jumat (12/11/2021).

Bahkan, festival harbolnas dinilai turut memicu praktik dagang tidak sehat, seperti pengiriman pesan spam terhadap para pengguna hingga mendorong pedagang memalsukan diskon, supaya produknya laku terjual di berbagai e-commerce.

Melihat hal itu, Securities Daily berharap, festival harbolnas selanjutnya dapat digunakan berbagai platform e-commerce dan bisnis untuk menampilkan pencapaian inovatif.

China melalui surat kabar itu menilai, fokus dan tujuan festival belanja online ini harusnya lebih ke arah persaingan dalam bidang sains dan teknologi. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Netflix Turunkan Target Pertumbuhan Pelanggan Akibat Konten Telat Tayang

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:15 WIB

Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:24 WIB

Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 00:23 WIB

Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:36 WIB

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Berita Terbaru