Pelopor.id – Yahoo menutup semua akses layanannya di Tiongkok. Layanan Yahoo tidak lagi dapat di akses di Nefgeri Tirai Bambu mulai 1 November 2021 menyusul beberapa perusahaan teknologi Amerika Serikat lainnya yang hengkang dari Tiongkok. Yahoo mengaku hal itu dilakukan lantaran lingkungan bisnis dan hukum yang semakin menantang.
Yahoo juga menyebut persyaratan kepatuhan lebih besar tekanannya di Tiongkok. Yahoo mengklaim tetap berkomitmen pada hak-hak pengguna kami dan internet yang bebas dan terbuka seperti dikutip dari BBC.
Akses ke banyak fitur Yahoo di Tiongkok perlahan-lahan menghilang sejak 2013, seperti misalnya email dan layanan berita. Kemudian pada 2015, Yahoo resmi menutup kantornya di Beijing dan melakukan PHK kepada 300 pekerjanya.
Baca juga :
- Sejumlah Alasan Facebook Ganti Nama Jadi Meta
- Facebook Bakal Rekrut 10.000 Pekerja untuk Kembangkan Metaverse
Tiongkok, saat ini melakukan tindakan keras terhadap perusahaan teknologi besar, baik yang berasal dari AS maupun dari dalam negerinya sendiri. Tindakan keras itu, salah satunya melalui Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi yang mulai berlaku pada 1 November 2021.
Undang-undang yang dirancang sebagai perlindungan data Tiongkok ini memperkenalkan berbagai peraturan tentang bagaimana data dapat dikumpulkan dan disimpan, dengan ancaman denda yang berpotensi besar hingga 5 persen dari omset tahunan perusahaan. []












