Pelopor.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan segera melakukan konferensi Pers untuk mempromosikan Desa Wisata Tetebatu dalam ajang Best Tourism Village UNWTO.
Langkah ini merupakan saran dari Chairman Indonesia Tourism Forum (ITF) Sapta Nirwandar yang diungkapkan kepada Pelopor.id, Rabu, 6 Oktober 2021.
“Desa wisata kita punya keunikan dan kekhasan. Karena campuran alam, budaya, dan juga hospitality.”
Dalam kesempatan itu, Sapta Nirwandar juga mengingatkan bahwa waktu yang dimiliki untuk mempromosikan Tetebatu tidak banyak, sebab pemenang dalam ajang internasional itu akan diumumkan antara tanggal 12 sampai 15 Oktober 2021 di Sidang Umum PBB.

Sapta Sendiri mengungkapkan bahwa desa-desa wisata di Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Inilah yang bisa ditonjolkan agar bisa menang dalam lomba tersebut.
“Desa wisata kita punya keunikan dan kekhasan. Karena campuran alam, budaya, dan juga hospitality,” puji Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014.
Saat dihubungi Pelopor.id melalui pesan singkat terkait saran Sapta Nirwandar ini, Menparekraf menjawab “setuju”, dengan demikian tidak akan lama lagi akan diselenggarakan Konferensi Pers untuk mempromosikan desa wisata Tetebatu.
- Baca juga : Sapta Nirwandar Sarankan Menparekraf Bikin Pers Conference untuk Promosikan Tetebatu
- Baca juga : Mengenal Ritual Mandi Safar dan Manfaatnya Bagi Pariwisata NTB
Tetebatu merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tetebatu dikenal pertama kali oleh masyarakat dunia berkat salah seorang wisatawan asal Belanda pada tahun 1965.
Bangunan tempat tinggal wisatawan Belanda itu di Tetebatu kemudian menjadi tonggak berdirinya puluhan homestay lainnya di sekitar desa tersebut,
Tempat tinggal yang disebut Pondok Soejono itu, menjadi motivasi pertama masyarakat desa mengembangkan Tetebatu menjadi desa wisata. Tetebatu, juga kini menjadi pusat akomodasi wisatawan asing yang singgah di Lombok Timur. []












