Muhadjir Effendy: 57% Kasus TBC Belum Teridentifikasi

- Editor

Jumat, 3 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (tengah). (Foto:Pelopor.id/KemenkoPMK)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (tengah). (Foto:Pelopor.id/KemenkoPMK)

Pelopor.id | JakartaMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, kasus tuberkulosis  atau TBC di Indonesia seperti fenomena gunung es. Menurutnya, perkiraan kasus TBC di Indonesia saat ini berkisar 845.000 kasus. Sementara, sekitar 57 persen kasus TBC lainnya di Indonesia belum teridentifikasi.

“TBC ini gejalanya mirip Covid-19 ada yang orang tanpa gejala (OTG) dan bergejala.”

“Ini merupakan fenomena gunung es. Kalau salah satu keluarga kena TBC, itu kemungkinan bisa keluarga sekitarnya juga terinfeksi TBC,” tuturnya saat meninjau pelaksanaan kegiatan screening TBC di balai RW 17, Kelurahan Brontokusuman Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (3/9/2021).

“Dan TBC ini gejalanya mirip Covid-19 ada yang orang tanpa gejala (OTG) dan bergejala. Karena itu dengan adanya tracing ini kita bisa lebih tahu persis karena bisa termasuk mereka yang bergejala atau tidak,” sambungnya.

Untuk memecahkan kasus gunung es yang tidak terdeteksi itu, skrining dan pelacakan kasus TBC menjadi sangat penting untuk dilakukan. Seperti yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Tim Zero TBC Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pihak Pemkot Yogyakarta bersama dengan Zero TBC UGM, diketahui telah melakukan layanan mobile screening untuk mendeteksi kasus-kasus TBC di wilayah Kota Yogyakarta.

Layanan mobile screening ini pun diketahui menjadi yang pertama di Indonesia yang melakukan skrining keliling di wilayah-wilayah kecamatan dengan angka kasus TBC yang cukup tinggi di Kota Yogyakarta.

Menko PMK mengapresiasi inovasi untuk melacak penyakit TBC secara aktif atau jemput bola yang dilakukan Pemkot Yogyakarta. Menurutnya, pelaksanaan skrining kasus ini sangat bagus dan bisa menjadi model dalam penanganan TBC di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Baca Juga :   Waduh, Kasus Omicron RI Bertambah Lagi

“Saya sangat mengapresiasi pemerintah Kota Yogyakarta yang telah menginisasi kegiatan penemuan kasus secara aktif dan pelacakan kontak erat TBC di Kota Yogyakarta. Nanti akan saya kaji kalau memang sangat visible bisa didiseminasi, artinya bisa digunakan untuk wilayah-wilayah yang lain,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Muhadjir juga menyempatkan untuk menjajal layanan skrining TBC. Dia mengecek kondisi paru-parunya dengan mobil x-ray yang disediakan. Hasilnya kondisi paru-parunya tidak terdapat masalah kesehatan.

Muhadjir memuji pelayanan mobile screening tersebut. Dia mengatakan, pelayanannya sangat cepat, praktis, dan telah menggunakan teknologi canggih seperti virtual reality, dan artificial inteligence.

“Ketika saya diperiksa di dalam mobil ternyata monitor yang di luar dipegang dokter sudah bisa tahu kondisi saya. Sehingga ketika saya turun dari mobil saya langsung bisa tahu kondisi paru-paru saya. Ini suatu hal yang sangat praktis dan saya kira biayanya jauh lebih murah dibanding rontgen konvensional,” ungkapnya memuji.

Selanjutnya Menko Muhadjir akan memerintahkan pihak Kementerian Kesehatan untuk mengkaji inovasi tersebut untuk bisa mereplikasi dan menjadikan program pengentasan TBC di Indonesia sesuai dengan Perpres No. 67 Tahun 2021 Tentang Penanggulangan Tuberkulosis. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB