Menko PMK Muhadjir Effendy Jelaskan Kenapa Kebijakan Pemerintah Selalu Berubah

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Foto: Pelopor/Instagram @muhadjir_effendy)

Pelopor.id | Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI untuk ikut mengembangkan wawasan kebangsaan masyarakat serta mensosialisasi dan mengedukasi terkait kebijakan pemerintah, khususnya dalam penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19.

“Bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah, kenapa harus selalu elastis dan disesuaikan keadaan. Di dalam kacamata orang dianggap selalu berubah-ubah. Sebenarnya ini tidak lepas dari keadaan perilaku dari Covid-19,” kata Muhadjir Effendy saat menjadi narasumber acara Round Table Discussion soal pemanfaatan media sosial yang diselenggarakan Lemhanas secara virtual, Rabu (01/09/2021).

Baca juga: Menko PMK Muhadjir Effendy Beberkan Kunci Atasi Stunting

Bacaan Lainnya

Muhadjir mengakui bahwa banyak asumsi kesehatan yang sudah dibangun untuk penanganan pandemi, namun akibat perilaku Covid-19 yang berubah-ubah akhirnya turut berdampak pada perubahan kebijakan pemerintah. Misalnya, ibu hamil yang semula diasumsikan tidak akan mudah terkena Covid-19, malah terbantahkan oleh banyaknya ibu hamil yang terinfeksi, bahkan tidak jarang anak yang dilahirkan pun terpapar Covid-19.

Termasuk, konsep herd immunity atau kekebalan kelompok yang diasumsikan apabila sudah mencapai 70% maka akan mampu melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19. “Asumsi kita kalau semua sudah divaksin lebih dari 70% maka mereka yang belum divaksin akan terpagari oleh mereka yang sudah terjangkit maupun yang divaksin. Kenyataannya jangankan yang belum divaksin, yang sudah vaksin pun bisa terserang Covid-19,” kata Menko PMK Muhadjir Effendy.

Baca juga: Menko PMK Buka Digital Talent Scholarship Tahun 2021

Baca Juga :   Muhadjir Effendy: Infrastruktur dan Pembangunan SDM Kunci Utama Indonesia Emas 2045

Muhadjir pun menjelaskan kehadiran teknologi digital di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang melahirkan media sosial juga bisa diberdayakan. Seperti diketahui, jumlah pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Menurutnya, dengan memanfaatkan semua media, termasuk jutaan pengguna internet di Indonesia, maka berbagai usaha yang dilakukan pemerintah dalam penanganan pandemi akan lebih masif dan efektif. 

“Persoalannya, dalam kaitannya dengan teknologi digital ini ketimpangan masih terjadi dan terus melebar terutama antara mereka yang berada di pusat kota dengan di wilayah pinggiran, tertinggal, dan pedalaman. Ini juga sebetulnya yang menjadi problem kita dan harus juga diselesaikan beriringan,” kata Menko PMK Muhadjir Effendy. []

Pos terkait