Peneliti LPEM UI: Swasembada Sudah di Depan Mata

- Editor

Kamis, 2 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sawah Terasiring di Lembang, Bandung, Jawa Barat. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Sawah Terasiring di Lembang, Bandung, Jawa Barat. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Pelopor.id | Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Agustus 2021 (m-to-m) mengalami kenaikan hingga 104,68 atau 1,16%. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan subsektor tanaman pangan dan tanaman perkebunan.

Mengenai hal ini, Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) Riyanto mengatakan, kenaikan itu merupakan bukti bahwa kesejahteraan petani, perlahan tapi pasti, mulai mengalami peningkatan. “Selain itu kenaikan tersebut juga adalah bukti bahwa swasembada sudah di depan mata,” ujar Riyanto di Jakarta, Rabu (01/09/2021).

Baca juga: Mentan SYL: Petani Tidak Lagi Identik dengan Kaki Kotor Berlumpur

Riyanto menambahkan, hal itu juga tak lepas dari kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) yang terus berupaya merubah wajah baru pertanian Indonesia menjadi lebih maju. Salah satunya ditandai dengan kemunculan pusat data AWR (Agriculture War Room), teknologi berkekuatan artificial intelligence dan kecanggihan mekanisasi.

Di sisi lain, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri mengatakan, pihaknya terus fokus menjaga produksi. Indikator makro pertanian menjadi tanda semakin membaiknya produksi. 

“Tentu tekad kita sama terus menjaga kecukupan pangan sendiri. Dari petani bangsa kita sendiri. Maka mohon terus dukungan agar kita mempertahankan swasembada pangan sampai Desember 2021. Karena kita tidak impor beras dalam 3 tahun,” jelas Kuntoro.

Ia pun mengajak semua pihak menjaga produksi beras nasional cukup, terutama pemerintah daerah, agar terus memotivasi petani dan memberi insentif atau stimulus positif bagi mereka. “Kita tentu bangga dan apresiasi petani kita. Tapi kita juga harus terus pastikan produksinya terjaga, dan pasar menyerap hasil panen. Saat ini stok di masyarakat, cadangan Bulog semua aman,” kata Kuntoro.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Instruksikan untuk Menjaga Neraca Produktivitas Pangan

Sebagaimana data BPS, produksi beras pada setiap tahun selalu mengalami surplus. Tahun 2018 misalnya, surplus produksi beras mencapai 4,37 juta ton, selanjutnya 2019 surplus 2,38 juta ton, dan tahun 2020 surplus 1,97 juta ton. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Berita Terbaru