Jakarta – Dunia investasi Indonesia memasuki babak baru dengan peluncuran pilot blended finance pertama oleh Danamart, platform layanan urun dana berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Inisiatif ini bukan hanya memperkuat posisi Danamart sebagai pionir investasi ESG di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem pembiayaan berkelanjutan yang lebih terstruktur, transparan, dan inklusif.
Apa Itu Blended Finance?
Blended finance adalah pendekatan pembiayaan terstruktur yang menggabungkan dana filantropi, investor, dan penerbit dalam satu ekosistem. Model ini dirancang untuk mengurangi risiko investasi di tahap awal, sehingga lebih banyak investor merasa aman untuk berpartisipasi.
Dengan demikian, blended finance menjadi jembatan antara kebutuhan pendanaan sektor riil dan peluang investasi yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Pendekatan ini sangat relevan bagi sektor-sektor berdampak tinggi seperti kesehatan, energi terbarukan, dan akses air bersih.
Sektor-sektor tersebut sering kali menghadapi kesenjangan pembiayaan karena dianggap berisiko tinggi, padahal dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan sangat besar.
Dampak Nyata di Tahap Awal
Meskipun masih dalam tahap awal, inisiatif ESG Danamart telah menunjukkan hasil yang terukur. Program ini berkontribusi pada:
- Ketahanan pangan bagi sekitar 7.000 individu, khususnya anak-anak.
- Pengurangan emisi CO₂ sekitar 11.000 ton.
- Penciptaan lapangan kerja bagi 3.000 orang.
- Peningkatan akses layanan kesehatan bagi 12.000 individu.
Selain itu, blended finance Danamart juga memperluas akses pendidikan, mendukung masyarakat yang belum terlayani secara optimal, memperkuat kemitraan strategis, serta mendorong pemanfaatan energi bersih sebagai penggerak dampak lingkungan berkelanjutan.
Pernyataan Resmi dari Danamart dan Mitra
CEO Danamart, Patrick Gunadi, menegaskan bahwa blended finance bukan sekadar donasi, melainkan investasi yang berkelanjutan.
“Melalui blended finance, dana filantropi kami gunakan untuk membantu mengurangi risiko di awal, sehingga lebih banyak investor merasa aman untuk ikut berinvestasi,” ujarnya.
Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia, Trisya Suherman, menambahkan, “Melalui inisiatif ini, kami ingin menurunkan risiko investasi sekaligus membuka partisipasi yang lebih luas dalam pembiayaan berdampak”.
Struktur Pembiayaan Berlapis
Dalam proyek percontohan ini, Danamart menerapkan skema pembiayaan berlapis. Mitra yayasan berperan sebagai pelindung risiko tahap awal, sehingga risiko investasi lebih terjaga. Pendekatan ini membuka peluang bagi lebih banyak investor, baik ritel maupun institusi, untuk berpartisipasi dalam investasi ESG melalui platform Danamart.
Seluruh efek yang diterbitkan dikelola dalam infrastruktur resmi pasar modal Indonesia, termasuk melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Hal ini memastikan transparansi, tata kelola yang baik, serta perlindungan investor.
Tren Global dan Posisi Indonesia
Secara global, blended finance telah menjadi tren dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan. Namun, implementasinya di Indonesia masih berada pada tahap awal. Peluncuran oleh Danamart menjadi momentum penting untuk mempercepat adopsi blended finance di Tanah Air.
Dengan target memperluas partisipasi investor di sektor berbasis SDGs, Danamart berkomitmen untuk mendorong lebih banyak proyek berdampak. Ke depan, perusahaan akan memperluas kolaborasi dengan mitra global guna meningkatkan skala pembiayaan dan dampak.
“Ini adalah langkah awal. Ke depan, kami akan memperluas kolaborasi dengan mitra global untuk meningkatkan skala pembiayaan dan dampak,” tutur Gunadi.
Peluang Kolaborasi
Danamart membuka peluang kolaborasi dengan lembaga pembangunan internasional, institusi filantropi, serta investor berdampak untuk memperluas implementasi blended finance di Indonesia. Dengan dukungan ekosistem pasar modal resmi dan pengawasan OJK, Danamart menegaskan komitmennya sebagai platform investasi ESG yang menjembatani kebutuhan pendanaan dengan peluang sektor riil.
Danamart sendiri adalah platform layanan urun dana Indonesia (securities crowdfunding) berbasis ESG yang berizin dan diawasi oleh OJK. Beroperasi dalam ekosistem pasar modal Indonesia, Danamart didukung oleh infrastruktur utama termasuk KSEI.
Platform ini memfasilitasi investasi berdampak melalui pendekatan blended finance dengan model pembiayaan terstruktur yang selaras dengan SDGs, menjembatani kebutuhan pendanaan dengan peluang sektor riil di Indonesia.
Peluncuran blended finance oleh Danamart menandai era baru investasi di Indonesia. Dengan menggabungkan modal filantropi, investor, dan penerbit dalam satu ekosistem, blended finance membuka jalan bagi pembiayaan berkelanjutan yang lebih inklusif. Dampak awal yang sudah terlihat menunjukkan potensi besar bagi masa depan investasi ESG di Indonesia.
Dengan strategi yang terukur, transparansi yang dijaga, serta komitmen untuk memperluas kolaborasi global, Danamart menegaskan posisinya sebagai pionir blended finance di Indonesia.
Langkah ini bukan hanya memperkuat ekosistem investasi, tetapi juga membawa Indonesia lebih dekat pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. []












