WHO: Wabah Covid di Korea Utara Memburuk

- Editor

Kamis, 2 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Logo Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Jakarta | Organisasi Kesehatan Dunia atau The World Health Organization (WHO) menyesalkan mereka tidak memiliki akses ke data tentang wabah Covid-19 Korea Utara, namun menganggap krisis itu semakin dalam, bertentangan dengan laporan “kemajuan” yang disebutkan pemerintah Korea Utara.

Korea Utara, yang mengumumkan kasus virus Covid-19 pertamanya pada 12 Mei 2022, pekan lalu mengatakan bahwa wabah Covid telah dikendalikan, dengan media pemerintah melaporkan penurunan beban kasus. Namun direktur kedaruratan WHO Michael Ryan mempertanyakan klaim itu.

“Saat ini kami tidak dalam posisi untuk membuat penilaian risiko yang memadai dari situasi di lapangan, sangat, sangat sulit untuk memberikan analisis yang tepat kepada dunia ketika kami tidak memiliki akses ke data yang diperlukan,” kata Ryan seperti dikutip dari AFP.

Pimpinan WHO untuk Covid-19 Maria Van Kerkhove mengatakan, Korea Utara telah mendaftarkan lebih dari tiga juta kasus dugaan Covid, meskipun akun resmi hanya menyebutkan kasus “demam”.

Kantor Berita Pusat Korea yang dikelola pemerintah atau The state-run Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan, Kamis pagi sekitar 96.600 “kasus demam” dalam 24 jam, dengan total 3,8 juta kasus sejak akhir April. Tidak ada kematian baru yang diumumkan, dengan 69 kematian pada akhir pekan lalu.

Ini adalah penghitungan harian ketiga berturut-turut kurang dari 100.000, turun dari tertinggi 390.000 kasus harian pada pertengahan Mei, menurut laporan kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Korea Utara juga telah menolak suntikan yang ditawarkan oleh WHO dan tidak memvaksinasi salah satu dari sekitar 25 juta orangnya. Ryan menekankan pentingnya mengekang wabah di negara miskin itu.

“Kami telah menawarkan bantuan pada beberapa kesempatan. Kami telah menawarkan vaksin pada tiga kesempatan terpisah. Kami terus menawarkan,” katanya.

Baca Juga :   Seluruh Daerah Berstatus PPKM Level 1, Masyarakat Diimbau Tetap Siaga Pandemi

WHO telah berulang kali memperingatkan agar tidak membiarkan virus Corona menyebar tanpa terkendali, antara lain karena kemungkinan besar akan bermutasi dan menghasilkan varian baru yang berpotensi lebih berbahaya. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Konser Perdana di Jakarta, Josh Holmes Perkenalkan Single Last First Kiss

Berita Terbaru