Citigroup: Trader Buat Kesalahan ‘Flash Crash’

- Editor

Selasa, 3 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Citi. (Foto: Pelopor.id/Twitter @Citi)

Logo Citi. (Foto: Pelopor.id/Twitter @Citi)

Jakarta – Raksasa perbankan Amerika Serikat (AS) Citigroup mengatakan, bahwa salah satu pedagangnya membuat kesalahan dalam apa yang disebut “flash crash” pasar saham di Eropa pada Senin (02/04/2022).

Flash crash adalah penurunan harga satu atau lebih aset yang sangat cepat, hal itu sering kali disebabkan oleh kesalahan perdagangan.

Akibat Flash Crash, Perdagangan dihentikan sebentar di beberapa pasar setelah indeks saham utama jatuh tepat sebelum jam 8 pagi GMT Senin kemarin. Dimana saham Nordik menjadi yang terpukul paling keras, sementara indeks Eropa lainnya juga anjlok untuk waktu yang singkat.

“Pagi ini salah satu pedagang kami melakukan kesalahan saat memasukkan transaksi. Dalam beberapa menit, kami mengidentifikasi kesalahan dan memperbaikinya,” tutur bank yang berbasis di New York itu dalam sebuah pernyataan pada Senin malam.

Flash crash juga menyebabkan saham Eropa jatuh secara tiba-tiba saat perdagangan sangat tipis lantaran hari libur umum di seluruh dunia.

Benchmark Swedia Indeks saham Stockholm OMX 30, adalah salah satu yang paling terpukul, jatuh 8% pada satu titik, sebelum memulihkan sebagian besar kerugian untuk mengakhiri hari 1,87% lebih rendah.

Baca Juga :   Sinopsis Film Memoir of A Murderer, Kisah Psikopat dan Mantan Pembunuh Bayaran
Ilustrasi perdagangan saham. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Flash crash dapat disebabkan oleh kesalahan manusia, atau yang disebut perdagangan “jari gemuk”, yakni referensi untuk seseorang yang salah mengetik detail perdagangan.

Kesalahan perdagangan seperti itu dan flash crash yang diakibatkannya seringkali mahal. Mereka telah memicu perombakan aturan pasar saham dan bahkan berujung pada hukuman pidana.

● Pada Agustus 2012, kesalahan perdagangan komputer di perusahaan jasa keuangan AS Knight Capital menyebabkan gangguan pasar saham besar, merugikan perusahaan sekitar $440 juta.

● Pada Oktober 2013, flash crash di Bursa Singapura di mana beberapa saham kehilangan hingga 87% dari nilainya dan mengakibatkan peraturan baru diberlakukan untuk menghindari terulangnya insiden tersebut.

● Pada 2020, mantan pedagang pasar saham yang berbasis di Inggris Navinder Sarao dijatuhi hukuman satu tahun tahanan rumah karena membantu memicu kehancuran pasar saham AS senilai $1 triliun 10 tahun sebelumnya.

Baca Juga :   Broker Saham Online Robinhood Markets Merugi USD 423 Juta
Ilustrasi perdagangan saham. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Kala itu, Sarao menggunakan perangkat lunak berkecepatan tinggi yang diprogram khusus untuk menempatkan ribuan pesanan yang tidak ingin dia penuhi sehingga menciptakan ilusi permintaan pasar. Ketika dia membatalkan atau mengubah tawarannya, dia bisa mendapat untung.

Aktivitas -yang dikenal sebagai “spoofing” ini, berkontribusi pada ketidakstabilan pasar yang menyebabkan “flash crash” pada Mei 2010 ketika indeks Dow Jones turun hampir 1.000 poin dalam hitungan menit.

Pasa tahun 2010, AS menjadikan spoofing sebagai kejahatan. Langkah ini, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperketat peraturan setelah krisis keuangan 2008. []

Baca Juga :   Rekor, IPO di Tiongkok Kumpulkan Dana Hampir USD 58 Miliar

Sumber BBC

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bank Jakarta Raih Indonesia 50 Best CEO Awards & Indonesia Best COO Awards 2026
Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum
Danamart Luncurkan Blended Finance Pertama di Indonesia, Buka Akses Investasi ESG
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang
Pilates Hunter Kemang Hadirkan Paket Promo Grand Opening Mulai Rp900.000
Bank Jakarta Raih Golden Champion in Satisfaction, Loyalty, & Engagement pada 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and Engagement 2026

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Konser Perdana di Jakarta, Josh Holmes Perkenalkan Single Last First Kiss

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:06 WIB

Josh Holmes Gelar Konser Intim di Jakarta, Tiket Ludes dalam Lima Hari

Kamis, 30 April 2026 - 22:24 WIB

Synchronize Fest 2026 Bakal Hadirkan Seringai hingga Rizky Febian

Rabu, 29 April 2026 - 01:33 WIB

LaLaLa Fest 2026 Jakarta Dimeriahkan Kehadiran Rex Orange County

Kamis, 23 April 2026 - 18:10 WIB

Ravel Junardy: Hammersonic 2026 Private Event Demi Martabat Festival

Berita Terbaru

Musisi dan produser Ade Govinda sukses meraih 8 Platinum dari Asiri. (Foto: Istimewa)

Musik

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB