FBI Sebut Hacker Korea Utara Curi Kripto US$ 650 Juta dari Axie Infinity

- Editor

Sabtu, 16 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Axie Infinity

Axie Infinity

Jakarta – Pihak berwenang Amerika Serikat (AS) mengatakan, hacker atau Peretas Korea Utara bertanggung jawab atas pencurian mata uang kripto senilai US$620 juta bulan lalu yang menargetkan pemain game populer, Axie Infinity. Peretasan itu, terjadi hanya selang beberapa minggu setelah pencuri menghasilkan sekitar US$320 juta dalam serangan serupa.

Axie Infinity, adalah game online berbasis NFT yang dikembangkan studio Vietnam Sky Mavis. Game blockchain ini, menggunakan cryptocurrency AXS dan SLP berbasis Ethereum.

Baca Juga :   Bitcoin dan Etherium Jatuh Akibat Aksi Wait and See

“Melalui investigasi kami, kami dapat mengkonfirmasi Lazarus Group dan APT38, pelaku cyber yang terkait dengan (Korea Utara), bertanggung jawab atas pencurian tersebut,” ungkap FBI dalam sebuah pernyataan.

Peretasan tersebut, merupakan salah satu yang terbesar yang menghantam dunia crypto. Hal ini, membuat publik mempertanyakan keamanan di industri yang baru-baru ini meledak berkat promosi selebriti dan janji kekayaan yang tak terhitung.

Hacker
Ilustrasi Hacker. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/geralt)

Dalam kasus pencurian Axie Infinity, penyerang mengeksploitasi kelemahan dalam pengaturan yang dilakukan oleh perusahaan yang berbasis di Vietnam di belakang permainan, Sky Mavis.

Nama Lazarus Group melambung setelah pada tahun 2014 mereka dituduh meretas Sony Pictures Entertainment sebagai aksi balas dendam untuk “The Interview,” sebuah film satir yang mengejek pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Pada tahun 2020 militer AS melaporkan, program siber Korea Utara dimulai setidaknya pada pertengahan 1990-an, tetapi sejak itu berkembang menjadi unit perang siber berkekuatan 6.000 orang, yang dikenal sebagai Bureau 121, yang beroperasi dari beberapa negara termasuk Belarusia, Cina, India, Malaysia, dan Rusia. []

Baca Juga :   Austria Negara Eropa Pertama yang Terbitkan UU Wajib Vaksinasi Covid
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 01:33 WIB

LaLaLa Fest 2026 Jakarta Dimeriahkan Kehadiran Rex Orange County

Kamis, 23 April 2026 - 18:10 WIB

Ravel Junardy: Hammersonic 2026 Private Event Demi Martabat Festival

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you

Senin, 20 April 2026 - 17:40 WIB

Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On

Jumat, 17 April 2026 - 21:11 WIB

Ade Govinda dan Gloria Jessica Luncurkan Lagu Terbelah Jadi Dua

Jumat, 17 April 2026 - 01:54 WIB

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Berita Terbaru