Rusia Desak Google Hentikan Iklan YouTube yang Mengancam Warganya

- Editor

Sabtu, 19 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YouTube. (foto:Pelopor.id/Pixabay/geralt)

YouTube. (foto:Pelopor.id/Pixabay/geralt)

Pelopor.id – Pemerintah Rusia, mendesak Google Alphabet menghentikan tayangan iklan di YouTube yang berisi ancaman terhadap warganya terkait invasi ke Ukraina. Langkah ini, buntut dari kebijakan Meta Platform, yang membolehkan pengguna melontarkan ujaran kebencian dan kekerasan terhadap pasukan Rusia dan Presiden Vladimir Putin.

Rusia pun telah memblokir akses Facebook. Twitter dan pada awal pekan ini (14/03/2022), Rusia resmi memblokir Instagram sehingga menutup akses bagi 80 juta pengguna di negara tersebut.

Roskomnadzor, regulator komunikasi negeri beruang merah menyatakan terdapat akun YouTube yang membuat iklan ancaman terhadap warga Rusia dan sempat tayang di jaringan sistem komunikasi kereta Rusia dan Belarusia.

Menurut mereka, tayangan itu merupakan bukti bahwa perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) tersebut anti-Rusia. Namun tidak disebutkan nama akun yang menayangkan video tersebut.

“Tindakan YouTube ini bersifat teroris dan mengancam nyawa dan kesehatan warga Rusia. Roskomnadzor dengan tegas menentang kampanye iklan seperti itu dan mendesak agar Google berhenti menyiarkan video anti-Rusia sesegera mungkin,” sebut regulator dilansir AFP dari kantor berita Interfax.

Berdasarkan keterangan seorang sumber di Google, video tersebut telah dihapus perusahaan, namun tidak dibeberkan penjelasan lebih lanjut. YouTube, sebelumnya juga telah memblokir akun milik media yang didanai pemerintah Rusia secara global. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Sinopsis Film Memoir of A Murderer, Kisah Psikopat dan Mantan Pembunuh Bayaran

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:37 WIB

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:24 WIB

Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 00:23 WIB

Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:36 WIB

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Berita Terbaru