Pelopor.id | Digitalisasi berkembang pesat seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, mempercepat pemulihan dengan konektivitas lebih cepat. Di sisi lainnya, menciptakan kesenjangan karena masalah literasi.
G20 telah menempatkan isu digitalisasi sebagai salah satu katalisator utama sumber pertumbuhan ekonomi baru sejak 2016. Pembahasan tentang pemanfaatan digital terus berlangsung hingga kini, termasuk dalam Presidensi G20 Indonesia yang mengangkat tiga agenda utama, yaitu arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital dan transisi energi.
Pada Presidensi G20 Indonesia, Kementerian Kominfo memegang peranan penting dalam melakukan streamlining pembahasan isu transformasi ekonomi berbasis digital oleh Working Groups dan Engagement Groups yang ada.
“Berdasarkan laporan Bank Dunia tahun 2021, Indonesia merupakan lima besar negara di dunia dengan tingkat penggunaan tertinggi,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara Kick Off Digital Economy Working Group (DEWG) G20 2022 yang dilakukan secara virtual, Selasa (15/03/2022).
Mengutip laman resmi Kemenko Perekonomian, rerata 80% waktu masyarakat Indonesia digunakan untuk memanfaatkan teknologi internet, baik berkomunikasi, surfing media sosial, maupun kegiatan lainnya.
Selain itu, ada peluang yang dapat dioptimalkan melalui peningkatan pemanfaatan internet secara lebih produktif. Didukung dengan percepatan pemerataan akses infrastruktur digital, termasuk peningkatan investasi di sektor 5G, peningkatan kebijakan tata kelola ekosistem digital, serta pengembangan kecakapan dan literasi digital.
Namun, Airlangga menambahkan, tetap perlu terobosan untuk mengantisipasi pengangguran akibat perubahan proses bisnis digital ini.
“Selamat atas dimulainya rangkaian agenda DEWG tahun ini. Saya sampaikan dukungan penuh untuk peran DEWG dalam mendorong pembentukan deliverables konkret yang inklusif, memberdayakan masyarakat, dan berkelanjutan sebagai intensifikasi kolaborasi global untuk pemulihan ekonomi yang resilient pasca pandemi Covid-19. Recover Together, Recover Stronger,” pungkas Airlangga. []












