Pelopor.id | Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berdialog dengan jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang ada di Provinsi Jawa Tengah, Rabu (09/03/2022). Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mengatakan bahwa untuk memulihkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, masih membutuhkan instrumen penting yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ekonomi dan negara Indonesia itu seperti mobil. Kita semuanya naik mobil menuju cita-cita republik di jalan itu ada yang gronjal-gronjal dan rakyat perlu dilindungi. Itulah shock absorbernya instrumen yang penting adalah APBN,” kata Sri Mulyani seperti dikutip dari situs resmi Kemenkeu.
Untuk itu, ia meminta jajarannya semakin menyelami APBN. Ia juga menekankan bahwa sebagai bendahara negara, pegawai Kemenkeu harus menjaga dan memastikan APBN tepat sasaran.
Sri Mulyani melanjutkan, 2022 adalah tahun terakhir yang memperbolehkan defisit diatas 3%, sebagaimana Undang-Undang (UU) Nomor 2/2020. Dengan demikian, ia mengharapkan seluruh jajarannya berkontribusi dalam menyehatkan APBN.
Caranya, melalui penerimaan negara dengan terus melakukan reform, membangun core tax, memperbaiki proses bisnis, menjaga integritas, peluncuran SIMBARA untuk PNBP yang berasal dari mineral, serta memastikan Badan Layanan Umum (BLU) dan berbagai penerimaan yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan berkontribusi.
Kemudian dari sisi belanja, dengan memastikan penyerapan tidak hanya sekedar absorpsi tetapi juga menghasilkan quality, output, outcome dan hasil yang baik bagi rakyat. Begitu juga dengan pengelolaan utang dengan hati-hati dan menjaga Penyertaan Modal Negara (PMN) serta dana abadi.[]












